Jelajah Taman Surabaya

Jelajah Taman Surabaya

Sejak Bu Risma jadi walikota, konon katanya ruang hijau di Surabaya semakin mempesona. Banyak taman2 yang dibangun dan diperindah tatanannya. Sudah lama sih saya penasaran pingin keliling ke taman2 kota Surabaya. Minggu lalu (13 April 2014) akhirnya hasrat itu tersalurkan juga. Hanya dalam setengah hari, bersama Rahayu partner-setia-di-tanah-rantau kami berhasil menyambangi 4 taman di Surabaya. Yuk langsung aja simak liputannya!

1. TAMAN PRESTASI

IMG_20140413_072344

Salah satu sudut Taman Prestasi

Taman ini terletak di Jl Ketabang Kali, persis di tepi Kalimas. Model tamannya memanjang mengikuti kontur sungai, semacam “riverside park” gitu deh. “Target pasar”nya anak2 kecil dan keluarga, karena banyak patung2 dan mainan anak2. Kalau Minggu rameee banget, banyak yang jualan dadakan di dalam taman. Uniknya, taman ini punya kantor informasi yang selalu siap “halo2” kalau ada anak hilang, barang ketinggalan, ataupun “mengusir” PKL liar di dalam taman. Di bagian depan taman ada semacam perpustakaan/ lab komputer yang seharusnya digunakan untuk belajar bahasa. Tapi entah kenapa waktu itu dikunci. Oh ya, di dalam taman ini juga ada jembatan gantung dan dermaga loh. Kita bisa naik perahu menyusuri Kalimas lewat dermaga ini.

IMG_20140413_072627

Aneka permainan anak2 gratiiisss…

Riverside Park

Riverside Park

IMG_20140413_073505

Learning center dii dalam taman, tapi kok dikunci ya

IMG_20140413_073558

Perawatan taman yang teratur

IMG_20140413_073753

Semacam open auditorium yang biasanya digunakan untuk acara komunitas

IMG_20140413_074101

Dermaga Kalimas, bisa naik perahu bayar sekitar Rp 4ribu

IMG_20140413_074121

Jembatan Gantung di atas Kalimas

IMG_20140413_075504

Turun ke dermaga

2. TAMAN BUNGKUL

Taman Bungkul memang yang paling terkenal di Surabaya, mungkin karena reputasinya sebagai tempat pacaran #eh. Tapii sekarang citra itu sudah mulai dikikis dengan menjadikan taman ini sebagai pusat kegiatan komunitas sekaligus wisata kuliner. Setiap Minggu pagi taman ini diramaikan oleh Car Free Day alias CFD karena lokasinya juga di Jl Raya Darmo Surabaya. Jika malam tiba taman ini lebih keren lagi karena lampu2nya yang cantik menyala terang dan semakin banyak komunitas yang kumpul2 atau sekedar nongkrong. Konon katanya di sini juga ada makam Sunan Bungkul tapi saya belum nemu sih.

IMG_20140413_093919

Hayooo tanda apa ini…

IMG_20140413_094510

Open auditorium besar di tengah taman dengan tempat duduk penonton semacam tribun stadion. Perfect place for community gathering.

IMG_20140413_100623

Dedek2 main balon

IMG_20140413_101152

yo iki rek jenenge TAMAN mBUNGKUL

IMG_20140413_101504

Jalur terapi kaki

IMG_20140413_101737

Space buat yang demen akrobat

IMG_20140413_102341

PKL-nya udah dilokalisasi biar tertib. Salah satu yang terkenal “Rawun Kalkulator” gegara bapaknya kalo ngitung cepet banget kayak kalkulator.

3. TAMAN APSARI

Taman yang lebih kecil dan sepi, lokasinya persis di seberang gedung Grahadi (kantor gubernur Jatim). Kalau mau ngelamun atau baca buku atau ngobrol dari hati ke hati di sini aja jangan di Bungkul. Di tengah taman ini berdiri megah monumen patung Gubernur Suryo, dikelilingi air mancur yang segar membuat pemandangan semakin cantik. Oya, sekitar 100 m di belakang taman ini kita bisa menemukan lokasi arca “Joko Dolog”.

IMG_20140413_114156

Patungnya kayak lagi pipis yah

Bersih dan tenang

Bersih dan tenang

Pidato legendaris Gubernur Suryo yang penuh semangat

Pidato legendaris Gubernur Suryo yang penuh semangat

Area arca Joko Dolog

Area arca Joko Dolog

4. TAMAN BMX (SKATE & BMX PARK)

Ini nih taman yang unik.banget. Entah kenapa Surabaya begitu memperhatikan komunitas skateboard dan sepeda BMX yah…sampe2 dibikinin taman khususnya segala. Sama seperti Taman Prestasi, taman ini juga sejenis “riverside park” yang terletak memanjang di tepi sungai Kalimas. Lokasinya agak “nyelempit”, persis di belakang Monkasel. Sempat kebingungan juga cari jalan masuk ke taman ini karena harus lewat Monkasel dulu. Bisa juga parkir kendaraan di Delta Plaza (samping Monkasel) lalu masuk lewat parkiran mobil luar. Alternatifnya, lebih enak lewat jalur belakang aja yaitu parkir motor di gang pinggir sungai (pujasera Kalimas sebelah Pusura).

IMG_20140413_104648

Taman Skate dan BMX dilihat dari sisi seberang sungai (Grand City Mall)

IMG_20140413_122001

Peraturan yang cuma jadi pajangan

IMG_20140413_122122

Gunung2 semen buat latihanmu dek

IMG_20140413_122219

Syuuuttt…meluncur di bawah patung Suro & Boyo

IMG_20140413_122535

Latihan cheerleader yang luar biasa

IMG_20140413_124301

Lihat tiga titik hitam di gambar ini? Itu orang2 yang lagi “slulup” loh. Entah apa yang dicari di kali kotor nan buthek ini.

Naaahhh demikianlah sekilas liputan Jelajah Taman Surabaya. Keempat taman ini letaknya berdekatan, jadi bisa dikunjungi sekaligus dalam waktu setengah hari saja. Selanjutnya masih pengin mengunjungi taman2 lain di Surabaya: Taman Pelangi, Taman Lansia, dll. Mudah2an masih bisa keturutan yah! 😉

twitter2

Numpang narsis ah…

Wisata Sejarah dan Kuliner di Tugu Pahlawan

Wisata Sejarah dan Kuliner di Tugu Pahlawan

Minggu pagi di Surabaya, cobalah berkunjung ke daerah Kota Lama. Di depan Tugu Pahlawan ada pasar dadakan bernama “TePe Pagi” dengan segala macam barang2 murah (terutama baju bekas bermerk) dan aneka penganan khas. Kalau di Malang mirip sama Pasar Minggu gitu lah yaa… Salah satu kuliner yang wajib dicoba adalah “SATE KLOPO”, yang jual biasanya orang Madura. Nih skrinsyut-nya.

“Sate Klopo”, sate daging sapi+gajih dibalut parutan kelapa berbumbu a.k.a. serundeng

Bakar sate…

Sepiring nasi plus sate klopo maknyus tuk sarapan

Makan di trotoar pinggir jalan, wisata kuliner sesungguhnya

Habis perut kenyang, bisa deh kita nyebrang ke Tugu Pahlawan, simbol Surabaya sebagai Kota Pahlawan. Tempat yang bagus untuk mengenang sejarah. Ada monumen, tugu, dan museum. Desain museumnya lumayan unik, dan isinya juga bagus…tiket masuknya murah cuma 5.000 rupiah. Ada ruang diorama dan “bioskop mini” tempat pemutaran film dokumenter tragedi 10 November 1945. Melihat Surabaya “jadul” itu rasanya sesuatu banget yah…

Tugu Pahlawan di Minggu pagi yang mendung, latar belakang Bank Indonesia

Unknown-forgotten heroes

“Museum d’Lovre” 😛 seriusan tapi ini museum keren banget untuk ukuran tiket masuk goceng, ada diorama dan bioskop film sejarah

Narsis bentar ah…

Demikian liputan wisata Minggu kali ini. Silakan berkunjung yah^^

Kenjeran Park

Kenjeran Park

After two months living in this city, I think I started to find something interesting about Surabaya.  Well, still I don’t really like this kind of metropolis city (traffic jam, stinky rivers, impolite people, etc) but yeah…at least now I can visit some worth places rather than Mall and Shopping Center.

I went to Kenjeran Park this Sunday morning with my office bestie, Desi. Initially we just want to go swimming–I plan to swim regularly every Sunday now.  But  after that, we went around the Park and  had a fun date! Look at our pictures 😀

Swimming pool! Only 150 cm depth -_- Early morning is better.

The Water Park. Some people have snorkeling training here…since it’s a large area of circle pool.

Kya Kya, kinda small Chinese Town…taken from Hokkian language which means “zou zou” (take a walk)

Kenjeran beach…brown water and few rubbish…so typical city beach -__-

Brunch above the sea…Nice sea wind 🙂

Street restaurant with sea side view

Getting around with touring paddycab…Rp 10.000 per 30 minutes

Vihara Sanggar Agung (Hong San Tang) inside Kenjeran Park

Ticket price for entering Kenjeran Park is Rp 8.000 per motorbike, plus extra parking fee Rp 2.000. Water Park ticket is Rp 15.000 in weekend and Rp 10.000 in weekdays. In this Park area you can also find training place for Go Kart, horse race, shooting, etc. Sometimes there is also Open Music Concert here. But, beware of “shaking car” and “filthy couples” who usually “have fun” in this area…the darker night, the more “fun” 😛

Well…let’s see what we can explore more in Surabaya! 😉

Newbie Diary (1): Anak Kos Baru

Newbie Diary (1): Anak Kos Baru

Seperti kebiasaan sebelumnya, saat memasuki suatu lingkungan baru saya memilih menulis buku harian. Well, cara ini membantu untuk mengurangi rasa ‘asing’ dan mempercepat adaptasi (for me).

Pertama kali boyongan jadi anak kos, rasanya kayak anak mama. Barang bawaan bertumpuk…bantal, guling, panci, lemari, byuuuhh. Bapak dan Ibu ikut mengantar dan melihat kamar kos…bahkan bapakku pun ikutan merakit lemari baju yang dibawa dari rumah. Rasanya malu sama ibu kos dan mbak2 kos yang lain…tapi mau gimana lagi…pertama kalinya pisah sama keluarga sih :((

Kosku khusus cewek, sebuah rumah bertingkat yang ditempati seorang ibu dan anak perempuannya. Total kamar kos ada 9 buah, yang kosong ada 4 kamar. Rumahnya lumayan “irit tempat” (baca: sempit), soalnya kamarnya banyak jadi gak tersisa cukup space antar ruangan. Tapi rumahnya bersih…kamarku pun gak terlalu sempit. Sudah ada 1 ranjang double tersedia, ditambah lemari yang dibawa dari rumah, jadi begini deh kamarku 😀

Kamar Kos Gue: sayangnya gak ada yang menemani tidur di ranjang double itu hahaha

Lingkungan sekitar rumah adalah perkampungan pinggir kota, yaitu gang-gang di dekat pasar Balongsari. Suara adzan dan puji-pujian dari surau masih kerap terdengar, juga guyub dan rukun antar tetangga masih terasa. Dari kosan ke pabrik SBE (tempat kerjaku) kalau jalan kaki kira2 10 menit (menurut ibu kos).

Kompleks Balongsari

Salah satu alasanku memilih tempat kos ini adalah karena ada ibu kos yang baik, jadi bisa bantu kalo aku kenapa2 (sakit dll). Mbak2 kosnya juga sepantaran, rata2 juga kerja di pabrik, jadi bisa cerita2 (meskipun aku belum banyak ngobrol sama mereka sih). Harga kosnya juga murah banget, cuma Rp 175.000 per bulan, udah termasuk listrik dan air. Tapi emang listriknya gak bisa banter2 amat…gak boleh bawa magic com dan heater. Jadi agak bingung juga kalo mau sarapan atau ngecom yang anget2 gitu :((

Untuk saat ini, aku membunuh kesendirian dengan laptop dan modem Esia Max-D. Wah kenceng banget koneksinya, buat upload pun cepet, recommended daripada SM**T. Tapi pinter2 aja ngontrol kuotanya…;)

Besok aku mulai kerja. Deg-degan dan setengah khawatir, karena reputasi perusahaanku ini termasuk kurang baik. But I will try my best…I will be strong…keep fighting till the end!