Newbie Diary (1): Anak Kos Baru

Newbie Diary (1): Anak Kos Baru

Seperti kebiasaan sebelumnya, saat memasuki suatu lingkungan baru saya memilih menulis buku harian. Well, cara ini membantu untuk mengurangi rasa ‘asing’ dan mempercepat adaptasi (for me).

Pertama kali boyongan jadi anak kos, rasanya kayak anak mama. Barang bawaan bertumpuk…bantal, guling, panci, lemari, byuuuhh. Bapak dan Ibu ikut mengantar dan melihat kamar kos…bahkan bapakku pun ikutan merakit lemari baju yang dibawa dari rumah. Rasanya malu sama ibu kos dan mbak2 kos yang lain…tapi mau gimana lagi…pertama kalinya pisah sama keluarga sih :((

Kosku khusus cewek, sebuah rumah bertingkat yang ditempati seorang ibu dan anak perempuannya. Total kamar kos ada 9 buah, yang kosong ada 4 kamar. Rumahnya lumayan “irit tempat” (baca: sempit), soalnya kamarnya banyak jadi gak tersisa cukup space antar ruangan. Tapi rumahnya bersih…kamarku pun gak terlalu sempit. Sudah ada 1 ranjang double tersedia, ditambah lemari yang dibawa dari rumah, jadi begini deh kamarku 😀

Kamar Kos Gue: sayangnya gak ada yang menemani tidur di ranjang double itu hahaha

Lingkungan sekitar rumah adalah perkampungan pinggir kota, yaitu gang-gang di dekat pasar Balongsari. Suara adzan dan puji-pujian dari surau masih kerap terdengar, juga guyub dan rukun antar tetangga masih terasa. Dari kosan ke pabrik SBE (tempat kerjaku) kalau jalan kaki kira2 10 menit (menurut ibu kos).

Kompleks Balongsari

Salah satu alasanku memilih tempat kos ini adalah karena ada ibu kos yang baik, jadi bisa bantu kalo aku kenapa2 (sakit dll). Mbak2 kosnya juga sepantaran, rata2 juga kerja di pabrik, jadi bisa cerita2 (meskipun aku belum banyak ngobrol sama mereka sih). Harga kosnya juga murah banget, cuma Rp 175.000 per bulan, udah termasuk listrik dan air. Tapi emang listriknya gak bisa banter2 amat…gak boleh bawa magic com dan heater. Jadi agak bingung juga kalo mau sarapan atau ngecom yang anget2 gitu :((

Untuk saat ini, aku membunuh kesendirian dengan laptop dan modem Esia Max-D. Wah kenceng banget koneksinya, buat upload pun cepet, recommended daripada SM**T. Tapi pinter2 aja ngontrol kuotanya…;)

Besok aku mulai kerja. Deg-degan dan setengah khawatir, karena reputasi perusahaanku ini termasuk kurang baik. But I will try my best…I will be strong…keep fighting till the end!