Featured Indonesia Life's Diary

Surabaya Heritage Track

Update jalan-jalan Minggu pagi…:)

Well, seperti biasa ritual weekend di Surabaya kalau nggak mudik ke Malang adalah…jalan-jalan! Minggu ini saya, Denok, dan Mbak Wahyu sudah merencanakan dari jauh2 hari akan ikut Surabaya Heritage Track (SHT), program wisata gratis dari House of Sampoerna (HOS)…itu loh, museum tentang sejarah salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, PT HM Sampoerna Tbk.

Di SHT kita diajak keliling bangunan2 bersejarah Surabaya dengan naik bus khusus, ada pemandu wisatanya juga yang menjelaskan nilai sejarah tiap bangunan yang kita lewati. SHT diadakan setiap hari (pagi, siang, malam) dengan rute yang berbeda-beda. Wisata ini gratis…tis…tis… Karena banyak peminat jadinya kita harus booking dulu jauh-jauh hari, soalnya bus nya cuma ada satu dan kapasitasnya cuma 20 orang. Untuk trip tanggal 27 ini aja saya dan teman2 sudah booking sejak tanggal 16 (bayangin…!) Sekali booking maksimal 5 orang. Jadi kalau yang mau trip gerombolan lebih dari 5…well perlu trik khusus lah ya ๐Ÿ˜‰

Enjoy our pictures…

Museum “House of Sampoerna”
Bus ala trem tempo doeloe untuk mengangkut peserta tur “Surabaya Heritage Track”
Interior dalam bus: Full AC, kapasitas 20 orang, tour guide berdiri di depan pakai mic
Setiap peserta mendapat tiket, peta tur, dan ID tag. Sayangnya jalur bus tidak sekomplit rute di peta.
Singgah di Balai Pemuda nonton Reog Ponorogo (sekitar 20 menit)

Sayangnya trip ini gak berlangsung lama, cuma 1 jam 15 menit. Tempat yang disinggahi pun cuma dua: Balai Pemuda dan Gedung Budaya Cak Durasim. Bangunan2 bersejarah lainnya hanya dilewati saja sambil dijelaskan secara singkat. Sayang banget…padahal pengin masuk ke gedung2 tua atau kelenteng2 gitu… ๐Ÿ™ Tapi memang jalurnya setiap hari beda-beda, jadi kalau mau mampir di tempat lain barangkali bisa dicoba untuk trip di hari yang berbeda.

Habis trip kita langsung capcuss masuk ke HOS. Here are the pictures…

Cengkeh asal Toli-toli
Tembakau asal Gunung Sumbing
Board of Director Sampoerna pasca dibeli Philip Morris
Foto jadul proses produksi rokok Sampoerna. Tetap saja pribumi yang jadi buruh…
Deretan mesin pelinting rokok
Tempat pameran souvenir (batik, boneka, wayang dll), juga bisa baca buku2 tentang Indonesia tempo doeloe

Overall, wisata ini cocok banget buat yang suka sejarah. Lumayan lah dapet pengetahuan baru tentang “masa lalu” Surabaya. Museum HOS juga unik dan artistik untuk dikunjungi. Layak dicoba untuk mengisi suasana Minggu pagi ๐Ÿ™‚

6 Comments

  1. “Tetap saja pribumi yang jadi buruhรขโ‚ฌยฆ” : setujuuu bgt deeeh, yg ada jdi miris liatnya.hehe ๐Ÿ˜‰

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *