Renungan Ramadhan (9): Tuhan Maha Tegas

Jika memang Tuhan itu Maha Pengasih dan Penyayang, mengapa Dia menciptakan neraka dan menurunkan azab di dunia? Jangan lupa, Tuhan tidak hanya Maha Pengasih dan Penyayang, tetapi juga Maha Perkasa. Sebagai perumpamaan, orangtua mendidik anak2nya selain dengan kasih sayang pastilah dengan ketegasan. Sebab, jika anak itu dimanja terus menerus, tentunya si anak malah menjadi nakal dan seenaknya sendiri.

Demikian pula Tuhan…ia menganggap manusia sudah dewasa. Ia memberi pilihan jalan, tapi ditegaskanNya pula konsekuensi setiap jalan yang diambil. Bagiku, Tuhan itu pemimpin, dan pemimpin haruslah tegas. Dia harus tegas karena Dia mengatur alam semesta seisinya. Bukanlah Tuhan jika ia tidak bisa membela diriNya sendiri.

Namun azab Tuhan itu bukanlah dimaksudkan untuk menganiaya manusia. Itu adalah hukuman karena manusia telah menganiaya diri sendiri. Tuhan sudah cukup memberi kita petunjuk dan pengajaran yang baik melalui kitab suciNya, hanya saja manusia terlalu bebal untuk menggunakan akal dan nuraninya sehingga mengikuti hawa nafsunya.

Tuhan tidak pernah menganiaya manusia. Manusia lah yang menganiaya diri mereka sendiri.

“Itulah ayat-ayat Allah, Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.” (QS Ali-Imran ayat 108)

“Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Ali-Imran ayat 117)

“(Azab) yang demikian itu adalah disebabkan perbuatan tanganmu sendiri, dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Nya.” (QS. Ali Imran ayat 182)

“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’ ayat 40)

“Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang jua pun”. (Qs Al-Kahfi ayat 49)

“Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) atas dirinya sendiri; dan sekali-kali tidaklah Tuhanmu menganiaya hamba-hamba (Nya).” (QS Fussilat ayat 46)

“Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (QS Az-Zukhruf ayat 76)

“Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku.” (QS Qaf ayat 29)

Manusia juga tidak bisa menganiaya Tuhan. Ketika berbuat dosa, sebenarnya tidak secuil pun manusia merugikan atau menganiaya Tuhan, melainkan manusia lah yang menganiaya diri mereka sendiri.

“Dan tidaklah mereka menganiaya Kami, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Qs Al-Baqarah ayat 57)

“Mereka tidak menganiaya Kami, tetapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri.” (QS Al-A’raf ayat 160)

Dengar kan suara ketegasan Tuhan?

3 thoughts on “Renungan Ramadhan (9): Tuhan Maha Tegas

  • August 25, 2011 at 7:58 am
    Permalink

    Seandainya tidak ada surga dan neraka,, apa yg dilakukan manusia?

    Reply
    • August 26, 2011 at 2:03 pm
      Permalink

      mungkin menciptakan surga dan nerakanya sendiri…?

      Reply
  • July 25, 2012 at 5:31 am
    Permalink

    Salam alaikum, salam kenal Dik Umi 🙂
    “Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku.” (QS Qaf ayat 29)

    salah satu ayat favorit saya 😀

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *