Renungan Ramadhan (10): Tuhan Maha Demokratis

Kalau Tuhan ingin disembah manusia, mengapa dia membiarkan orang atheis? Padahal ia Maha Kuasa untuk membuat semua hambaNya beriman. Menurutku, Tuhan tidak hanya Maha Kuasa, tapi juga Maha Demokratis. Dia tidak mendikte, tetapi memberi pilihan. Namun Dia tidak melepaskan kita begitu saja. Dia tetap memberi panduan dan petunjuk melalui Rasul dan Kitab-Nya. Dia juga memberi kita akal agar bisa berpikir dan memilih sendiri mana jalan yang akan kita lalui, jalan yang lurus atau jalan yang sesat?

Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya? (QS Yunus ayat 99)

Mudah saja bagi Tuhan menjadikan manusia semua pengikutNya. Tapi Dia mau manusia beriman karena kehendak mereka sendiri, bukan dengan terpaksa. Maka Dia hanya memberi kita petunjuk dan akal, tapi kita sendirilah yang mempergunakan akal kita ini dan memutuskan apakah hendak mengikuti petunjuk itu atau tidak.

”Dan katakanlah, kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barangsiapa yang ingin (beriman), hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir), biarlah ia kafir.” (QS. Al-Kahf ayat 29).

”Tidak ada paksaan dalam menganut agama. Sesungguhnya telah jelas antara yang benar dan yang sesat.” (QS. Al-Baqarah 2:256).

Kepada para RasulNya pun Dia berpesan untuk tidak memaksa. BagiNya Rasul hanyalah seorang pemberi peringatan, keputusan untuk mengikuti atau tidak ada dalam diri setiap manusia masing2.

“Jika mereka berserah diri, maka sesungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanya menyampaikan. Dan Allah Maha Melihat hamba-hambaNya.” (QS. Al-’Imran ayat 20)

Jadi begitulah… Nasib kita ada di tangan kita sendiri 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *