Newbie Diary (4): After 3 Months…

Di atas kertas, tanggal 9 Oktober 2012 kemarin seharusnya masa training di tempat kerja saya sudah selesai. Enggak  kerasa, udah 3 bulan bekerja di tempat ini. Sebagai pekerja kantoran newbie, banyak pengalaman dan pelajaran baru yang didapat. Yang paling penting adalah: belajar untuk menebalkan kuping. 🙂

Serius lho. Di dunia kerja, jadi orang sensitif (baca: gampang tersinggung) itu banyak ruginya. Disindir dikit, sakit hati. Diketusin dikit, dendam. Didiemin dikit, mikir yang enggak2. Mikirin orang mulu, lah kapan kerjanya? Untung aja dasarnya emang saya tipe orang yang cuek, jadi gak terlalu sulit untuk bersikap “masa bodoh”. Kadang kasihan lho  sama temen2 yang terlahir dengan perasaan sensitif. Pasti lebih sulit bagi mereka untuk “nggak mikirin omongan orang”. Meskipun sebenarnya, kalau ada kemauan, itu bisa dilakukan kok 🙂

Di tempat kerja manapun, pasti bakalan ada orang2 yang cerewet, keras kepala, semaunya sendiri, gak mau disalahin, dsj. Apalagi kalo kita masih ‘anak baru’ sedangkan mereka udah puluhan tahun kerja di situ. Pasti deh…apapun yang kita lakukan dan omongkan akan dianggap salah kalau bertentangan sama pendapat mereka. Menghadapi orang kayak gini, kuncinya cuma satu: jangan didebat. Mempertanyakan/mengkritisi boleh, tapi kalau mereka  sudah kelihatan ngotot dan gak mau mengubah pendapat, lebih baik stop saja di situ. Mengalah dan katakan “oke”. Semakin didebat, mereka akan semakin panas, akhirnya malah jadi debat kusir dan adu mulut nggak penting. Gimanapun mereka akan selalu membela diri, mereka yang harus ‘menang’ dan kita yang ‘kalah’. Yang ada akhirnya adalah perdebatan “siapa yang salah”, bukan “gimana caranya menyelesaikan masalah”.

Kalau sudah kayak gini, mending kita berkonsultasi dengan pihak2 lain, siapa tau ada celah yang bisa mendukung pendapat kita, setelah itu baru kita tanyakan lagi ke orang yang  bersangkutan. Atau pastikan dulu pendapat kita,  siapa tau memang kita yang salah.

Menghadapi orang2 semacam itu, kunci kedua adalah jangan pernah dimasukin hati. Mau diteriakin, diketusin, dijahatin…bodo amat! Cuek aja, kalo perlu ketawa aja, dianggap guyon. Pasang muka innocent, pura2 gak tau, dan minta maaf kalo perlu, itu akan lebih membantu. Pokoknya kita harus menjaga hubungan baik dengan semua rekan kerja. Soalnya, kita pasti akan butuh mereka. Kalo kita pernah “nggak enak”an sama salah satu rekan kerja, di masa depan kalau ada tugas kita yang berhubungan sama dia, pasti akan dipersulit…nanti jadi kita sendiri yang rugi. So, stay cool aja. Masuk telinga kanan, ‘mendal’ lagi keluar telinga kanan. Pada awalnya emang terasa berat dan mesti sering mengelus dada…tapi lama2 terbiasa kok. Kalau orang itu lihat kita gak mempan dijahatin, percaya atau enggak, mereka malah jadi bersikap baik sama kita lho 🙂

Well…intinya dunia kerja itu emang keras. Tapi di sinilah mental kita ditempa. Ya memang karakter orang itu macam2. Semakin banyak kamu mengenal karakter orang, semakin paham gimana caranya berhadapan dengan mereka. Anggap aja semuanya itu pelajaran…Kita hidup kan memang untuk belajar. Jangan pernah menganggap diri kita sudah cukup pintar…karena pembelajaran itu proses panjang yang menghabiskan waktu seumur hidup kita.

Overall, saya senang kerja di sini. Meskipun jam kerjanya lebih panjang, masuknya lebih pagi, hari Sabtu tetap kerja, tapi ya dibikin enjoy aja. Mumpung masih muda, mumpung masih bertenaga. Setimpal sama beban kerjanya, gaji di sini tergolong lumayan, dan fasilitasnya berlebih. For me, kerja seberat apapun enggak masalah asal pekerjaan kita itu ya dihargai dengan setimpal. Dan yang paling penting, pekerjaan itu memang sesuai sama minat dan kemampuan kita. Senang kan rasanya kalau kemampuan kita itu berkontribusi dan bisa membantu tempat kerja kita menjadi lebih baik.

TEI 2012

Barangkali memang saya cukup beruntung ditempatkan di Divisi yang orang2nya enak. Bos saya enak…gak sok tau dan mau menerima  pendapat ‘anak baru’. Saya  juga diberi kesempatan untuk langsung menangani pekerjaan2 ‘nyata’. Even I get a  chance to arrange my company stand at exhibition Trade Expo Indonesia (TEI) 2012, Jakarta. Meskipun buat perusahaan saya ini bukan even yang terlalu penting (soalnya bukan audio show, cuma pameran umum), tapi saya senang karena bisa jalan2 gratis, dibayar pula 😀

I think I like my job…Korespondensi dan ketemu orang2 dari berbagai negara, sering jalan2, bisa ikut wisata nemenin klien… Bagian nggak enaknya yaa kalau kena komplain customer, kalau barang rusak/telat kirim, dan kalau ada anak gudang jadi yang bandel, dan kalau2 nggak enak lainnya (banyak banget). Tapi ya…tetep aja, saya enggak mau lama2 di sini. Dua tahun saja cukup. Dunia masih terlalu luas, masih  terlalu banyak yang  harus dijelajahi daripada hanya terkungkung dalam rutinitas yang membosankan!

Live your life to the fullest…!!! 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *