Competition Indonesia Ma Chung University

Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA

Waktu buka email internal kampus, tak dinyana ada informasi dari Kemahasiswaan tentang Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA. Mumpung liburan, akhirnya saya memutuskan untuk ikut! Biarpun dateline-nya cukup mepet untuk optimasi SEO…tapi yah optimis aja deh insya Allah bisa nangkring di 50 besar Mbah Google, amiiinnn πŸ˜€

Untuk teman-teman yang ingin join kompetisi ini juga, silakan langsung saja ke Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA yaa!

Tema Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA kali ini adalah “It’s About Us: Air untuk Masa Depan”

Well…dari temanya sudah terlihat bahwa: ini adalah TENTANG KITA. Bukan tentang mereka, dia, atau entah siapa, tapi tentang kita.

Ini bukan tentang penduduk China atau Afrika yang dilanda kekeringan. Ini bukan tentang NGO internasional yang rajin berkampanye untuk menyelamatkan air. Ini tentang kita, pemuda Indonesia, yang sejak kecil diberi rahmat oleh Tuhan berupa genangan air melimpah di dalam tanah dan lautnya. Ini tentang kita, pemuda Indonesia yang kadang terlena dan lupa bahwa air bisa menjadi barang langka.

Dosen asal Tiongkok di kampus saya suatu ketika pernah bertanya, mengapa orang Indonesia mandi dua kali sehari? Saya pun terheran, lho memangnya orang China mandi berapa kali sehari? Jawabannya cukup menohok: biasanya kami mandi hanya satu kali sehari, karena air sulit didapat!

Di benak saya langsung terbayang bergayung-gayung air yang saya ‘gerojok’ langsung ke kepala saat mandi, apalagi ketika cuaca panas. Juga terbayang dua ember air sisa bilasan baju yang pasti dibuang Ibu saya setiap hari. Juga terbayang sisa air minum di gelas yang saya buang sebelum diisi lagi. Saya yang sejak kecil hidup di negeri kaya air, tentu tak menyangka bahwa orang China sampai tidak mandi pagi karena kekurangan air!

Ketika kenyamanan sudah didapat, kita memang cenderung menjadi tidak peka terhadap lingkungan sekitar. Indonesia adalah salah satu dari 6 negara yang menyimpan 50% cadangan air tawar dunia (jika ditotal). Padahal, total cadangan air tawar yang bisa diakses HANYA SATU PERSEN dari jumlah seluruh air di dunia! Intinya dari jumlah 1% itu kawan, sebagian besar ada dalam genggaman kita. Jadi bayangkan, jika setiap hari kita membuang-buang air, itu berarti kita membuang cadangan sumber hidup manusia di seluruh planet ini!

People say that water is becoming ‘blue gold’. Mereka meramal, perebutan emas biru yang semakin langka ini di masa depan akan menjadi penyebab perang. World Water War istilahnya. Nggak usah jauh-jauh, di desa-desa saja sering ada ribut antarwarga karena rebutan air sungai untuk irigasi sawah. Nah lho…padahal ini masih di INDONESIA, negeri yang KAYA AIRNYA, gimana di Somalia, Ehiopia, dan negara2 tandus lainnya???

Terus, balik ke tema “It’s About Us”, apa dong yang harus kita lakukan?

Seperti kata seorang dai terkenal, semuanya itu harus dimulai dari 3M: mulai dari hal yang KECIL, mulai dari DIRI SENDIRI, dan yang terpenting mulai dari SEKARANG!

Percuma aja kita teriak-teriak bawa spanduk keliling kota menyuarakan WORLD WATER DAY setiap tanggal 22 Maret, tapi kita masih suka membiarkan kran air menyala meski bak mandi sudah penuh. Percuma aja kita bikin mading heboh memperingati Hari Air tapi membuang air di gelas Aqua yang belum habis diminum. Percuma juga kita bikin artikel blog yang berbusa-busa begini tapi masih ngabis-ngabisin air saat mandi *nyindir diri sendiri* πŸ˜›

Sekedar sharing pengalaman, saya dan teman-teman sekampus pernah mengadakan sebuah proyek pelestarian air. Kami menanam bibit pohon sukun di sekitar mata air di sebuah perbukitan lebat di pelosok Kabupaten Malang. Mata air itu adalah sumber hidup utama para penduduk Desa Karangwidoro, desa di belakang kampus kami yang pernah dilanda kesulitan air bersih.

Kisah perjalanan kami dapat disimak di Sumber Air Desa Karangwidoro (Part 1) dan Sumber Air Desa Karangwidoro (Part 2). Sengaja dibagi 2 bagian biar nggak terlalu panjang :P. Selain itu teman2 juga bisa mengetahui tentang Malangnya Air di Kota Malang dan Mengapa Harus Hemat Air? Semua postingan tersebut diikutkan dalam Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA.

Demikian secuplik opini yang bisa saya sampaikan tentang si emas biru, semoga bermanfaat bagi teman2 yang membacanya. Ayo hemat air! πŸ˜‰

Tulisan ini diikutsertakan pada Kompetisi WEB Kompas MuDA & AQUA yang diselenggarakan oleh Kompas MuDA

30 Comments

  1. Haha, aq udah tahu sebelumnya dari blog orang lain. Kemahasiswaan emang telat sih ngasih infonya. Tapi emang dari awal udah gak niat ikut, ya gak ikut… Hehe..

  2. iya tuh telaaattt banget…padahal pengumumannya uda sejak november..
    yah gapapa deh kalo gak mepet deadline gini ga kenceng kerjanya hahaha

  3. Ya…..maaf….^-
    dulu perasaan sudah pernah kami kirim – -, namun saya kirim lagi karena tema lombanya bagus…..juga penyelenggaranya bonafid…

  4. kalo di Malang emang ketersediaan air cukup bagus, karena dekat gunung.

    tapi ada saudara saya di provinsi Jambi, rumahnya di daerah rawa-rawa. karena nggak ada pasokan air gunung, mereka nadah air hujan. dan mereka cukup menghargai air di sana. πŸ™‚

  5. @ nugro
    yaa sukses juga buat lombanya! πŸ˜€
    @ aroel
    bener! semakin kekurangan akan semakin sadar pentingnya menghargai..
    @ zippy
    yap udah kuantitas dikit kualitas jelek pula πŸ™

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *