Exploring Eastern East Java

Wisata Jawa Timur emang nggak ada habisnya. Kali ini kami bertujuh, geng sekantor yang hobi ngeluyur, berniat untuk keliling daerah Jawa Timur bagian timur hanya dalam 24 jam! Ke mana aja sih? Berbekal mobil gratis dan sopir gratis (bensin bayar dong, total PP habisnya Rp 350.000), kita touring mulai dari selatan Jember, ke timur Banyuwangi, hingga utara Situbondo. Seruuuuu 😀

Objek pertama adalah Pantai Papuma (Pasir Putih Manukan) di selatan Jember, tepatnya daerah Ambulu. Awalnya kita berniat mengejar sunrise di pantai ini, tapi karena ada sesuatu hal start berangkat dari Surabaya terlambat (jam 1 dini hari) sehingga kita baru sampai di lokasi jam 7 pagi. Biar begitu Papuma tetap cantiiiikkk…! 😀

Hamparan hutan jati meranggas dalam perjalanan menuju Papuma

Batuan karang di pantai Papuma

Bebatuan koral dan air laut yang jernih…

Masuk pantai Papuma tarif resmi di tiketnya Rp 14.000 (mahal yak), tapi kita bertujuh plus parkir mobil total kena Rp 90.000. Pantai Papuma ini bersebelahan sama pantai Watu Ulo. Jadi ceritanya Papuma itu kan tanjung…nah pantai Papuma ada di sebelah kiri dan pantai Watu Ulo ada di sebelah kanan tanjung tsb. Yah kurang lebih begitu sih. Kalau mau lebih jelas datang aja sendiri ke sana dan panjatlah sebuah bukit bernama “Siti Inggil” sampai puncak…dari situ kamu bisa melihat pemandangan kedua pantai yang sangat2 amazing!

Pantai Watu Ulo dilihat dari puncak bukit Siti Inggil

Landmark (sea-mark?) karang raksasa yang sungguh keren. Letaknya persis di antara pantai Papuma dan Watu Ulo

Setelah puas main di pantai, dari selatan Jember kita menuju ke timur Jember…terus sampai Banyuwangi. Sebelumnya transit dulu sih untuk makan di daerah kampus Unej. Tau nggak, ternyata jalan Jember-Banyuwangi itu pemandangannya sangat keren loh…Jalannya berkelok-kelok dan berbukit-bukit seperti jalan Malang-Kediri (via Batu-Pujon). Daerah ini merupakan perkebunan jati, karet, kopi, pinus, dll yang termasuk areal usaha PTPN XII. Yang bikin tambah keren, di jalan bukit2 dataran tinggi ini ternyata ada jalur kereta api! Karena di gunung, rel kereta apinya pun ikutan berkelok-kelok dan banyak tikungan. Kereta seperti Probowangi (Probolinggo-Banyuwangi) pasti melewati jalur ini.

Nah inilah tujuan utama kita, yaitu wisata kereta lori Kaliraga. Letaknya di Banyuwangi perbatasan Jember. Dengan menyewa 1 gerbong kereta lori seharga Rp 500.000 (kapasitas 6-8 orang) kita diajak menikmati pemandangan perkebunan yang menakjubkan sepanjang jalur Stasiun Kalibaru-Garahan selama sekitar 2 jam. Pilihan jam perjalanan ada jam 08.00, 11.00, dan 15.00. Untuk lebih jelasnya tentang wisata ini silakan baca di sini. Booking bisa langsung menelepon Stasiun Kalibaru atau hubungi Pak Andi Febri (085 2361 89927).

Pose dulu di Stasiun Kalibaru

Kereta lori wisata stasiun Kalibaru – Garahan

Entah kenapa keretanya disebut lori (lori = kereta pengangkut tebu) padahal penampakannya lebih mirip kereta kelinci. Yang bikin deg-degan, kereta ini gak punya pintu samping (entah lepas atau sengaja dilepas). Padahal jalur wisata ini bakal melewati terowongan2 panjang nan gelap dan jembatan2 super tinggi yang melintasi jurang super dalam. Jadi kalau kamu duduk di paling pinggir, bersiap-siaplah merasakan sensasi “semriwing” yang memacu adrenalin saat kereta melewati rel di atas jurang… Rasanya wow!

Melewati perkebunan kopi areal PTPN XII

Kereta bersiap memasuki terowongan Mrawan yang panjang nan gelap…

Dalam perjalanan ini kita akan melewati 2 terowongan, yaitu Mrawan (sekitar 600 m) dan Garahan. Terowongan ini adalah peninggalan Belanda, dibangun tahun 1901-1902 dan selesai tahun 1910. Naik kereta terbuka masuk ke terowongan yang panjang dan gelap membuat kamu jadi berpikir aneh2. Tiba2 teringat adegan2 film Hollywood saat monster2 berantem di dalam terowongan, atau malah adegan horor terowongan Casablanca. Kebayang juga ngerinya andaikan terowongan tua renta ini mendadak runtuh saat kereta lori melintas di dalamnya…hiiiii (jok sampek rek)

Scenery under your feet

Rel kereta api melintasi jurang

Nah ini nih yang paling seru…! Kereta kelinci imut ini akan membawamu melintasi jurang super dalam yang menegangkan…apalagi relnya tanpa batas tepi dan keretamu gak ada pintunya. Jadi sedikit saja kakimu bergeser, kamu sudah melayang di udara. Kalau mau tambah seru kamu harus duduk di pinggir biar bisa motret pemandangan di bawah kakimu.

Memutar balik gerbong kereta lori dari Stasiun Garahan kembali ke Kalibaru

Selesai wisata lori Kalibaru, kami langsung menuju utara ke daerah Situbondo (melewati Bondowoso). Niatnya sih mau menikmati sunset pantai Pasir Putih, tapi sayang waktunya enggak cukup. Jadi kami hanya mampir makan dan beristirahat di rumah salah satu personel. Jam 10 malam kami pulang ke Surabaya via Pantura dan sampai sekitar jam 2 pagi.

Nah demikianlah cerita perjalanan sehari semalam mengeksplor daerah timur Jawa Timur. Namanya juga pekerja kantoran, libur mepet tapi tetep ngeyel jalan2…yang penting bisa hepi dan dapet pengalaman seru 😀 Keep travel around…!!!

2 thoughts on “Exploring Eastern East Java

  • September 3, 2013 at 9:28 am
    Permalink

    Wah seru banget..
    Bawa bekal bronies juga kan? 😀

    Reply
    • September 3, 2013 at 7:52 pm
      Permalink

      seru dooonggg 😀
      browniesnya abiiisss hahahah

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *