Tentang Beasiswa LPDP

Tentang Beasiswa LPDP

Tentang Beasiswa LPDP

  • LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah lembaga yang dibentuk atas kerjasama Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Kementerian Agama. LPDP beroperasi sejak 2012
  • Fungsinya untuk mengelola “dana abadi” pendidikan sebesar Rp 15,6 T dengan tujuan meningkatkan SDM Indonesia dalam jangka panjang
  • Hasil investasi dana tersebut (sekitar Rp 1 T per tahun) digunakan untuk membiayai pendidikan anak bangsa lewat berbagai macam “produk” beasiswa, yaitu:
    • Beasiswa Pendidikan Indonesia (S2/S3 Dalam Negeri dan Luar Negeri)
    • Beasiswa Riset (pembiayaan tesis dan disertasi)
    • Beasiswa Affirmasi (untuk anak2 daerah pelosok Indonesia)
    • Beasiswa Dokter Spesialis
    • Pendaftaran semua jenis beasiswa dilakukan secara online melalu website: http://www.lpdp.kemenkeu.go.id
  • Seleksi dilakukan dalam 2 tahap, yaitu:
    • Seleksi Administrasi
    • Seleksi Wawancara & Leaderless Group Discussion (LGD)
    • Setelah peserta lolos kedua seleksi tersebut, maka diwajibkan untuk menempuh PK (Program Kepemimpinan/ Persiapan Keberangkatan)
    • PK dilakukan dengan model “karantina” selama 7 hari untuk mengasah jiwa kepemimpinan dan nasionalisme para penerima Beasiswa LPDP
    • Setelah mengikuti PK peserta berhak memperoleh dana beasiswa LPDP dan mulai berkuliah di univesitas tujuan masing2.

    lpdp

Tips Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI)

BPI bisa dikatakan beasiswa produk LPDP yang paling “laris” di kalangan fresh graduates dan profesional muda. BPI menyediakan fasilitas berupa:

–          Biaya registrasi

–          Biaya kuliah (tuition fee)

–          Tiket pesawat PP 1 kali

–          Biaya hidup (settlement allowance & living allowance)

–          Biaya buku

–          Biaya tesis/ disertasi

–          Biaya Seminar Internasional

–          Reward Jurnal Internasional

–          Dll

Berikut ini tips memperoleh BPI:

  • Tentukan dulu jurusan, universitas, dan negara tujuan kuliah yang kamu minati (S2/S3 dalam negeri & luar negeri). Kalau bisa carilah jurusan yang berkontribusi langsung kepada masyarakat. BPI memprioritaskan peserta2 yang kuliah di jurusan2 berikut.
  • Perhatikan baik2 jadwal kuliah di jurusan/universitas tujuanmu dan mulailah menyusun timeline kapan harus mendaftar BPI. Memang betul bahwa pendaftaran BPI dibuka sepanjang tahun, tetapi kamu harus mempertimbangkan jarak antara jadwal masuk kuliah dengan proses seleksi yang panjang (terutama PK). Akan lebih baik jika kamu mendaftar BPI 1 tahun sebelum rencana kuliah.
  • Perlu diketahui, jadwal wawancara aplikasi BPI dibagi dalam 4 kali setahun (Maret, Juni, September, Desember). Untuk setiap kali jadwal wawancara, deadline pengumpulan berkas umumnya 1 bulan sebelumnya (rajin2lah tengok website LPDP untuk update deadline terbaru). Jadi tetapkan dulu kamu akan ikut seleksi di bulan apa.
  • Misalnya: Jika kamu berencana kuliah di UK dengan jadwal masuk kuliah 1 Oktober 2016, maka ikutlah seleksi maksimal di bulan Maret 2016 (kalau bisa September 2015). Jangan mengikuti seleksi di bulan Juni 2016 karena akan terlalu mepet. Kamu bakalan ribet mengurus persiapan kuliah berbarengan dengan proses adminstrasi BPI *pengalaman prbadi*. Mendaftar 1 tahun sebelumnya juga menguntungkan in case kamu gak lolos seleksi administrasi/wawancara. Aturan dari BPI, kamu baru bisa daftar lagi 6 bulan kemudian.
  • Setelah menetapkan kamu akan ikut seleksi di bulan apa, mulailah menyusun timeline untuk melengkapi berkas2 pendaftaran. Yang paling berat biasanya tes TOEFL iBT atau IELTS. Untuk persiapan tes ini saja kamu butuh sekitar 3 bulan. Well, it’s a long journey guys 🙂
  • Usahakan untuk memperoleh LoA (Letter of Acceptance) dari universitas tujuanmu. LoA bukan syarat mutlak, namun cukup membantu dalam proses seleksi. Setelah lolos seleksi, kita juga bisa mengajukan pergantian universitas jika dirasa perlu.
  • Sertakan sebanyak mungkin kegiatan sosial, pengabdian masyarakat, dsj ke dalam berkas aplikasimu. Beasiswa BPI sangat menitikberatkan pada pentingnya kontribusi ke masyarakat.
  • Apabila lolos seleksi administrasi, kamu akan dihubungi untuk seleksi wawancara dan LGD. Tips soal ini sudah banyak banget beredar di dunia maya sih. Yang penting be yourself aja dan sekali lagi, yakinkan pewawancara bahwa kuliah yang kamu ambil akan bermanfaat bagi masyarakat, serta nyatakan bagaimana bentuk kontribusimu nanti.
  • Jika lolos seleksi wawancara dan LGD, selamat! Kamu basically sudah tercatat sebagai penerima BPI. Hanya saja, kamu tetap wajib mengikuti PK (Program Kepemimpinan/ Persiapan Keberangkatan) sebelum mulai kuliah. PK bukan merupakan proses seleksi, tapi suatu kewajiban bagi penerima BPI untuk memantapkan nasionalisme dan kepemimpinan.

Oke, semoga sukses! 😀

Graduated (again)

Graduated (again)

Pernah dengar istilah “graduation effect“? Itulah perasaan yang muncul seperti saat kamu lulus sekolah–ketika kamu akan meninggalkan suatu tempat, orang2 di situ, dan semua kenangan yang ada di dalamnya. Rasanya nano-nano kan. Antara sedih karena harus pergi dari tempat yang berkesan dalam, tapi juga lega karena akan segera menyongsong masa depan. Dan saya sedang mengalami saat-saat itu lagi sekarang…

Hari ini adalah hari terakhir saya bekerja. Setelah 2 tahun menimba ilmu di perusahaan ini, tiba juga saatnya “level-up” ke tahap selanjutnya. Rasanya gado-gado. Jujur, perusahaan ini sudah seperti rumah kedua (jangan ketawa yaa!). Tinggal sendiri di kota tetangga tanpa keluarga, siapa lagi yang menjadi “keluarga”mu selain teman-teman kantormu? Hampir semua waktu juga dihabiskan di kantor. Masuk jam 7 pagi sampai jam setengah 5 sore, plus setengah hari Sabtu, bikin ‘thuwuk’ ketemu kantor…

Saat kuliah dulu, awalnya nggak sekalipun ada pikiran untuk bekerja di perusahaan ini. Tapi takdir berkata lain, dan saya percaya tidak ada yang namanya kebetulan. Tuhan mempertemukan kita dengan orang2 tertentu, meletakkan kita di tempat2 tertentu, dan menempatkan kita di saat2 tertentu, semata supaya kita bisa belajar sesuatu. Karena setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah, dan seumur hidup adalah proses pembelajaran.

Terima kasih SInar Baja. Terima kasih teman-teman semua. Dua tahun yang sangat mendewasakan. Semoga kita dapat bertemu lagi dan selamat menyongsong masa depan yang lebih baik 🙂

Surabaya, 25 Juli 2014.

Sunset di pabrik...

Sunset di pabrik…

 

Tentang Perempuan di Tempat Kerja

Tentang Perempuan di Tempat Kerja

Zaman sudah canggih begini, ternyata masih ada aja lho diskiriminasi gender di tempat kerja. Memang nggak ekstrim2 banget sih, tapi pasti ada saja alasan bos yang lebih memilih untuk merekrut karyawan laki-laki daripada perempuan. Bos-bos yang masih tradisional cenderung memilih pekerja laki-laki karena dianggap “lebih bisa kerja”. Hmm…

womanNggak bisa disalahkan juga sih, karena somehow cara kerja laki2 dan perempuan memang berbeda. Bukan berarti perempuan kalah pintar lho ya. Oh no no. Soal kualitas pekerjaan, perempuan tidak bisa dinomorduakan. Kadang2 malah cewek itu lebih pintar daripada cowok. Masalahnya ada pada cara bekerja. Nggak bisa dipungkiri kalau perempuan cenderung mengedepankan emosi daripada logika. Kalau di kantor, yang hobi ngrasani, meledak-ledak, dan penuh prasangka mayoritas adalah perempuan. So, saya paham sekali kenapa rata2 Dept Head adalah laki-laki. Mereka memang lebih jago berpikir secara rasional dan netral dalam keadaan apapun. Perempuan, sebaliknya, kalau udah kadung nggak suka sama seseorang/sesuatu, cenderung untuk berprasangka negatif terus–nggak bisa bekerja secara fair dan profesional.

Memang nggak semua perempuan seperti itu. Ada juga perempuan tegas yang bisa menyeimbangkan logika dan emosi. Dan nggak sedikit juga laki2 yang suka bergosip dan ngrasani *ati2 loh cyiinn* Tapi yaa, karakter mayoritas itu memang melekat di masing2 gender.

Saya sendiri, jujur, lebih suka punya bos laki2. Bagi saya mereka lebih netral, tegas, dan nggak terlalu dipusingkan soal2 emosional yang remeh. Nggak mikir sungkan, nggak gampang sakit hati, nggak gampang berprasangka negatif, dan nggak suka rasan2 unimportant. Tapi gimanapun, perempuan memang punya kelebihan tersendiri. Mereka lebih teliti, detail, dan care. Kelemahan pemimpin perempuan, kadangkala cenderung micromanaging, ribet mengurusi hal2 kecil tanpa punya big picture, rencana strategis yang seharusnya lebih penting untuk menentukan arah organisasi.

Tapi ya kembali lagi, itu semua tergantung pada kepribadian masing2 orang. Gender memang tidak sepenuhnya menentukan, tapi laki2 dan perempuan diciptakan berbeda bukan tanpa alasan. Tanpa bermaksud menyerang kaum feminis, pada satu titik saya merasa memang laki-laki lebih pantas menjadi pemimpin. Ketegasan dan rasionalitas adalah syarat utama menjadi pemimpin, dan itu semua (mayoritas) terdapat pada laki-laki–meskipun tidak jarang juga ditemui pada perempuan.

Well, itu soal gaya bekerja. Satu lagi kesulitan perempuan di tempat kerja adalah, sexual harassment. Emang udah dari sononya ya perempuan itu diciptakan dengan bentuk yang menarik. Sulit untuk berinteraksi dengan perempuan tanpa ada perhatian pada bentuk fisiknya. Saya yakin di setiap tempat kerja pasti ada sajalah “godaan” yang dialamatkan ke pekerja perempuan, apalagi yang masih muda. Pelecehan itu nggak hanya berupa fisik lho, tapi kata2 yang “menjurus” itu juga tergolong kurang ajar. Cuma rasanya, kalo di kantor semua itu seolah2 “dimaklumi”. Ya selama masih dalam batas wajar oke2 saja sih. Kadang itu bisa jadi “senjata” perempuan untuk “mempermulus” proses pekerjaan, tapi kadang juga bisa jadi boomerang. Terutama kalau si cewek menarik itu ada di posisi pemimpin.

Bayangin kamu cowok yang punya bos cewek dengan penampakan semacam Maia Estianty–sulit kan untuk nggak memperhatikan dia secara fisik. Sulit juga untuk benar2 take her instruction objectively. Satu2nya cara untuk mempertahankan wibawa adalah dengan bersikap keras dan judes. Kalau terlalu banyak guyon somehow wibawanya jadi jatuh sedikit–soalnya sisi feminin dan ‘lemah’nya jadi kelihatan. Ya itu juga nggak adilnya. Pemimpin cowok bisa “guyonan sampek elek” dan tetap kelihatan berwibawa. Tapi pemimpin cewek… ya balikin aja ke kasus Maia tadi. Kalo si Maia judes sama bawahan cowoknya pasti mereka bakal manut. Coba Maia terlalu akrab dan guyon sama mereka…yang ada mereka bisa2 jadi naksir si bos 😐 Nggak heran juga orang bilang bos cewek kadang lebih judes dan jahat–tuntutan posisi sih. Perempuan harus melakukan effort lebih untuk menunjukkan wibawanya daripada laki2.

Jadi kesimpulannya…ya gitu deh. Banyak tantangan yang dihadapi perempuan di dunia kerja. Tapi selama kita bisa menunjukkan kualitas2 profesional (berpikir logis, rasional, tegas dll), rekan2 kerja yang tadinya meremehkan label perempuan pasti akan berubah segan kepada kita. Ya kan ya kan 🙂

P.S. perempuan yang sudah menikah dan mempunyai anak (jadi ibu) somehow aura wibawanya lebih kelihatan.

 

Hello Sheila

Hello Sheila

Blog post ini dibuat dalam rangka mengikuti Proyek Menulis Letters of Happiness: Share your happiness with The Bay Bali & Get discovered!

Hello, Sheila. Now here we are. You and I are on our way of making the most beautiful journey through this island of Bali. Just two weeks of budget trip, but we know that we’re going to make it unforgettable! We can eat anywhere, sleep everywhere, and enjoy every single footstep we make. We’re lost in travel, but we find each other’s soul. This journey is our way into freedom, our path to everlasting love. With you by my side, I feel that I can conquer all places in this world with only a backpack and a pair of legs.

And today, I’m going to bring you a surprise.

“The Bay Bali?” your eyebrows frowned when I ask you to have lunch there. “Are you sure you can afford that?”

As always, you said things frankly as it came up to your mind. I just giggled. “Well, if you don’t want to have lunch in that place, I can just buy you a packed street food and we can have picnic by the beach and eat together there.”

Your laugh suddenly burst out and you hug me promptly. “Of course I want The Bay! As long as you don’t let me do the dishes for paying our meals!”

Inside the restaurant

Inside the restaurant

Hello, Sheila. I know you always love beach and ocean—that’s why I decided to bring you here. My best friend, Ray, told me about this place. The Bay is a site of some extravagant restaurants that in line aside the beach of Nusa Dua. I know you have never complained that we agreed to do this trip in “backpacker” way, but somehow I just want to let you be a princess for one day. Yes you’re a strong woman warrior that can bravely survive in a tough place, but today I want to make you a princess that stays in a comfortable castle. You deserve this treat.

“This is greaaattt!” your face is soon overwhelmed by smile when we arrive. The sense of satisfaction suddenly stream into my blood as I see you smile. You’re right, this place is fascinating. We decided to drop in Hong Xing, a dainty Chinese restaurant with attractive interiors and delicate Asian cuisine. Right behind the restaurant, we can see a beautiful private beach; simply clear blue water, tender sand, and shady trees. They also provide some cozy table sets in this outdoor area; designed in such a way so that it looks like a dazzling Chinese garden. Of course, you soon pick a seat in this garden area, so that we can have lunch while enjoying warm sunny breeze of the beach.

Backyard of Hong Xing

Backyard of Hong Xing

Chinese garden style of sea shore restaurant

Chinese garden style of sea shore dining place

“Ohhh…so tempting!” you murmur vibrantly as the waiter bring in our dishes. A set of dimsum accompanied by some seafood and noodles, I’m sure you can handle it all!

“You know you can eat that fork if you want to—and if you’re able to,” I throw a joke on her, seeing her outstanding appetite.

“Owh ywes owf cwourse,” you replied with a mouth full of food. “As long as it’s made from this incredible dimsum!”

Hello, Sheila. You know I can’t stop smiling for the rest of our lunch. I’m too glad to see your happiness now. For me, being together with you is happiness. Making you happy is more happiness. In my mind, happiness is simple; because happiness is you.

After finishing our contented lunch, we decide to enjoy the surrounding scenery. We’re just walking along the beach line, passionately talking about everything till we lost attention of where the road has brought us. Until up to nowhere, it was such a coincidence that we end up here—in this gate of a place named “Water Blow”.

Water Blow

Water Blow

“What is it?” I ask curiously.

“Why ask?” you throw that typical grin to me and spontaneously run into the gate. Ah yes, I should have known you better, Sheila. Follow your steps, I run after you, chasing your shadow with overwhelming spirit bursting in my chest. And there you stop. And here I stop, standing beside you. We unconsciously hold our breath—trying to realize that currently we’re standing together in such a stunning, wondrous place.

“It’s beautiful…” you whisper gently. You seem so amazed that I almost catch a tear drop from your eye.

Suddenly, a glimpse of information came into my mind. Oh yes, I know this place. My best friend Ray once told me. People call it “Water Blow”, the place where you can see the waves “blowing”. It is actually a beach, but not really looks like a beach. We can’t find white sand and warm water here. Instead, it mostly consists of sharp crags and hard rock’s everywhere. However, this dangerous coral beach seems to be a tourist-attracting spots; since it creates miraculous effect of “blowing water”. The great wave of Indian Ocean will be trapped in those narrow coral gaps, rising its pressure, and the blow it up far above. Crassshhh! The water then splash out everywhere and the tourists, standing safely on the bridge above the corals, will be laughing satisfied to get those senses of splashes.

“Do you know tale of ‘The Little Mermaid’?” suddenly you ask me, stopping my reverie. I deliberately look at you and catch your eyes. Those two are brightly outgrow, as usual when you want to know something curiously.

“Uhm…that red-hair Ariel and the yellow fish Flounder?” I guess randomly.

“Nooooo that’s just a Disney brainwash!” a tone of protest arise from your voice. “I mean the original one, written by Hans Christian Andersen. You know—that Danish author?”

“Well…You know I’m not a fan of literature works.”

“It’s not that kind of Shakespeare literature, actually. It’s just a children fairytale and when he wrote it Hans was thinking of—”

“Okay, so what is it all about?”

Hello, Sheila. There you are, vigorously spin a yarn about a mermaid princess who was longing for a new life beyond the ocean. One day she met a handsome human princess and fell in love with him. She did everything to marry him in order to live a new life as a human. She was even willing to exchange her tongue with a pair of legs. But sadly, it was a tragic story. It wasn’t a happy-ending fairytale as seen on Disney movie. The handsome prince neglected her and got married with another girl. Feeling broken-hearted, the mermaid princess eventually disappeared and her body turned into sea foam.

“But I don’t think it’s a sad story,” you start to argue. “Her physical body might disappear, but her soul was eternal. She stayed alive with the “daughters of air” as if human’s soul everlasting in heaven. She’s happy—more than that, she’s joyful.”

“She’s dead anyway,” I state realistically.

“Yes, but in a way she wanted. Did you know why she was craving to be a human? Because she wanted an eternal soul! After death, mermaid soul will cease to exist, while human soul will live eternally in heaven. This is what she wanted. She expected more than just a marriage with the prince—an eternal soul, it’s what she actually looked for.”

Hello, Sheila. Right now, you tell me the tale as if you were the mermaid herself. We both lean on the bridge bars above the corals. You are enjoying every movement the waves make. They run, swash, and dance on wildly. Your eyes gaze deeply to the waves as your words glide enthusiastically from your mouth. I just can’t help adoring this scene. Your long wavy hairs flutter in race with the wind, your voice collides with the wave noise, and I can’t stop staring at you.

Don’t you know that you’re just too beautiful?

Please go on. Please keep telling me story. I may no longer pay attention to your tale, but I’m sure I’ll pay attention to yourself. You’re the center of my world, you’re the main source of my happiness—no, you’re the happiness itself. Sheila, please stay here. Stay with me and we’re gonna travel the world together forever. You don’t have to go alone. You’re safe with me, you’ll be my princess and we’ll live happily ever after. We are the fairytale ourselves. Can’t you understand, Sheila? Sheila, please don’t go!

Spontaneously I hug you. Hug you so tight that I can’t feel anything but pain. It suddenly hurts when I realize that I just hug a splash of water! Sheila, where are you? The waves are just blowing and wet my whole body—but where are you? You suppose to be here by my side? Where are you, Sheila…?! Oh yes I understand. There you are. You’re just splashing me! Ah…I know you have turned into that sea foam. You are a mermaid princess that deserves an eternal soul. I know you won’t leave me alone here. Even though you have changed your form, deep inside I know it’s still your soul. Sheila, come here! Splash out! I’m gonna be wet along time! We’re gonna be together and happy ever after!

***

Hello, Sean. I’m Ray. Can you still remember me? I’m your best friend. I’m the one who told you about The Bay and Water Blow. I’m the one who knew exactly how much you love Sheila. I’m the one who saw her leave, and the one who witness how deep you’re broken after that.

Hello, Sean. There is no more thing sadden me now than seeing you lose your healthy life. You always find a chance to run away from hospital and come back to this place. You will repeat the scene you have done with Sheila years ago without even realizing that she’s no more beside you. You walk to the restaurant alone, you order and eat alone, but you talk as if Sheila was there in front of you. You walk along the beach by yourself, you reach Water Blow by yourself, but again you’re holding into that wave splash as if you’re holding Sheila. Don’t you know how grieving it is for me to see you act like that?

“I’m not crazy, I’m happy!” once you said to me—consciously or not, I didn’t know. “I’m happy because I can always meet Sheila in this place. She is a mermaid princess. She might not be with me but she has turned into sea foam—you know, and her soul is eternally live! I can always meet Sheila here, I can always be happy here. Sheila is my happiness. Don’t call me crazy—I’m absolutely happy!”

Hello, Sean—my best friend. If this is what you call happiness, I’m happy to know that you’re happy.

***

This post is originally written by the blog author, all photos and video are derived from the writer’s personal documents.

Antara Akademisi dan Praktisi

Antara Akademisi dan Praktisi

“Ya mungkin itu yang terbaik, kamu ditakdirkan untuk menjadi orang profesional.”

Begitu SMS dari Bapak saat saya kabari tentang kegagalan dalam seleksi awal beasiswa ADS. Sejujurnya saya juga enggak terlalu berharap untuk langsung memperoleh beasiswa dalam usaha pertama mencoba–I’m pretty sure that it’s gonna be difficult. Apalagi full scholarship dari pemerintah negara yang sudah populer, pasti banyaknya peminat akan bertabrakan dengan terbatasnya kuota. Dan–ini yang utama–lebih sedikit kesempatan beasiswa diberikan bagi pegawai swasta daripada bagi akademisi, pegawai pemerintah, atau aktivis LSM. A sad truth for me 🙁

Bapak saya mungkin berpikir, memang anakku ini kayaknya lebih cocok jadi “orang profesional”  dalam artian jadi praktisi, kerja kantoran, jualan produk dan bergelut dalam bisnis manufaktur bertekanan tinggi (duh). Padahal kerja di pabrik itu capek–capek tenaga, pikiran, dan emosi. Masuk jam 7 pagi sampai jam 5 sore. Kerja dari hari Senin sampai Sabtu. Rekan kerja yang keras dan kadang main sikut. Bos besar yang hobi ngamuk2. Customer yang cerewet, deadline yang mepet, hal-hal kayak gitulah.

Tapi somehow emang industri manufaktur punya tantangan tersendiri. Ya asik aja gitu kamu bisa tahu proses “penciptaan” suatu barang mulai sourcing parts sampai tiba di tangan konsumen. Industri manufaktur adalah industri yang paling kompleks–jika kamu sudah menguasai alurnya maka akan lebih mudah untuk terjun di bidang lainnya (someone said to me). Apalagi kalau mau punya bisnis sendiri, sungguh pabrik adalah tempat yang tepat untuk menimba ilmu.

I enjoy working here, tapi agak nggak terima aja kalo bapakku bilang kayak gitu. Apa itu artinya saya enggak ditakdirkan untuk bisa kuliah lagi? Duh ya jangan dong. Bisa2 jadi geblek beneran nih 😐 Baru 1,5 tahun kerja di sini aja rasanya otak udah tambah dhedhel–maunya mikir cepet yang praktis2 aja, jadi kurang kritis gitu.

a dream to study abroad

a dream to study abroad

Mestinya bisa kan jadi dua2nya–ya praktisi ya akademisi. Teori itu bukannya nggak penting lho ya. Kalau kamu tau teorinya, kerjaanmu jadi lebih gampang. Dosen saya dulu (MBA lulusan UK yang puluhan tahun kerja di perusahaan) pernah bilang, ibaratnya kalo kamu punya teori, kamu sudah punya ‘senjata’ sebelum berperang. Jadi misalnya ada permasalahan A, kamu tinggal keluarin ‘senjata’mu satu2, kalau gagal coba ‘senjata’ lain, dan seterusnya jadi gak perlu coba2 lagi. Meskipun kondisi lapangan tidak bisa ditebak, tapi setidaknya kamu punya pegangan awal, sisanya serahkan pada kreativitasmu sendiri.

Sebaliknya, kamu juga gak bisa memahami teori tanpa dipraktekkan. Kalo cuma belajar secara kognitif teori itu nggak akan nyantol…Kamu baru benar2 paham apa gunanya setelah ketemu kasus yang beneran di dunia nyata. Nanti setelah kamu berulangkali mempraktekkan teorimu, siapa tahu di lapangan kamu menemukan “celah” pada teori itu dan kemudian memperbaikinya. Akhirnya kamu jadi “pembuat” teorinya kan. Kesimpulannya…kamu perlu praktek untuk bisa memahami teori, dan teori itu sendiri sejatinya ya berasal dari praktek. Dua2nya sama pentingnya 😉

Jadi akademisi atau praktisi–mengapa harus dipilih? We can choose NOT to choose. Belajar itu bisa dari mana saja kan…yang penting sekarang…..well, I just wanna study abroad 😀

Kamu juga kan?

Cara Membeli Emas Batangan

Cara Membeli Emas Batangan

“Do not SAVE what is left after SPENDING; SPEND what is left after SAVING.” – Warren Buffet

Saat ini menabung di bank bukan lagi merupakan pilihan investasi yang tepat. Meskipun uang kita tersimpan dalam brankas baja bank, tapi kita punya kartu ATM yang bisa mengeluarkannya dengan mudah kapan saja di mana saja. Pasti hasrat konsumtif kita nggak bakal mampu menahan godaan untuk “gesek sana-sini” ya kan? Dan tanpa terasa, kerja kerasmu banting tulang setiap hari pun lenyap gak berbekas… Dan tiba2 kamu cuma mendapati rekening kosong…nelangsa karena gak punya tabungan untuk beli rumah, mobil, dan terutama modal kawin. Duh, kasian.

Salah satu pilihan investasi yang relatif aman, mudah, dan murah adalah membeli emas batangan. Bukan emas perhiasan loh ya, tapi emas batangan. Kalau kamu betul2 niat beli emas untuk investasi (bukan buat dipake), lebih baik beli yang batangan bukan perhiasan, karena nilainya jauh lebih tinggi serta mengikuti harga pasar. Soalnya kan benar2 emas murni 24 karat tanpa campuran.

Kenapa investasi emas?

1. Harganya terjangkau.

Kalau pendapatanmu masih entry level tapi udah pengin investasi yang macem2, emas ini pilihan yang tepat. Misalnya kamu cuma bisa menyisihkan sekitar 500rb-600rb per bulan. Duit segitu gak bisa didepositokan, gak bisa buat beli saham apalagi tanah apalagi rumah. Kalo dibiarin di rekening takut kepake belanja, tapi kamu pingin banget nabung entah gimana caranya. Bisa aja sih kamu buka Tabungan Rencana atau ikut asuransi, premi per bulannya kurang lebih sama, tapi kan duitnya cuma bisa keluar kalo ada klaim (kalo gak ribet ngurusnya). Daripada gitu mending buat beli emas aja kan. Yaa walapun cuma 1 gram, tapi at least kamu punya investasi bro. Kamu punya emas…emas!

Emas batangan ukuran 3 gram. Kecil banget cuma seujung jari kelingking.

2. Nilainya relatif stabil, jangka panjang cenderung naik.

Emas adalah investasi yang punya nilai intrinsik. Kalau kamu punya saham/obligasi, jika perusahaan itu bangkrut surat sahamnya cuma jadi selembar kertas kosong gak berharga. Tapi emas tetap saja emas. Walau kamu geletakin di jalan pasti ada yang ngambil dan pasti laku dijual. Dan jangka panjangnya nilai emas pasti akan selalu naik (terlepas dari fluktuasi harga harian). Inget kan jaman SD dulu emas 1 gram gak sampe 100 ribu, sekarang udah hampir 600 ribu. Emang sih naiknya gak seberapa, tapi yang penting bisa meng-cover laju inflasi. Investasi ini emang cocoknya buat kamu yang  cari aman, bukan yang cari untung banyak.

3. Good liquidity.

Sewaktu-waktu kamu butuh dana cair, emas bisa langsung dijual kembali ke ANTAM atau toko emas tanpa butuh waktu lama. Pasti cair 100% gak ribet ngurus klaim or tandatangan surat macem2. Good liquidity ini bukan berarti kamu seenaknya menjual emas kalo lagi butuh, sama aja gak investasi dong. Habis beli emas sebaiknya kamu kumpulin di bawah bantal sampe lupa tau2 aja udah berkeping2 bisa buat mandi uang kayak Paman Gober…

Nah, oke, anggep aja sekarang kamu jadi tertarik untuk berinvestasi emas batangan. Terus gimana cara belinya…???

Etalase emas batangan di kantor ANTAM

Perlu diketahui satu2nya BUMN yang punya izin resmi menjual emas batangan adalah PT ANTAM Tbk melalui anak perusahaannya yaitu LM (Logam Mulia). Jadi kalo mau beli emas batangan yang pasti asli bersertifikat bukan tipu2, di sini tempatnya. Sejauh ini “lapak” LM ANTAM cuma ada 3 cabang di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, dan Makassar. Berikut langkah2nya:

1. Cek harga emas hari ini

Harga emas, seperti juga harga minyak, kurs mata uang, dll mengikuti harga pasar dunia dan selalu update setiap hari. Ini link daftar harga emas untuk LM ANTAM Jakarta, LM ANTAM Surabaya, dan LM ANTAM Makassar. Harga LM Jakarta yang paling murah, selisih dikit sih. Nah kamu bisa pilih2 mau beli batangan yang berapa gram sesuai bujetmu (tersedia mulai 1 gram – 500 gram)

2. Datangi “lapak” LM ANTAM yang terdekat dengan lokasimu

Kalau di Surabaya, “lapak” LM ANTAM ada di dalam kompleks Kantor Pos Besar Surabaya, tepatnya di belakang Tugu Pahlawan (ini link alamat dan no teleponnya). Kantornya kecil, cuma sekitar 8 m x 5 m. Jam buka Senin – Jumat jam 09.00 – 14.00, Sabtu-Minggu tutup.

Penampakan “lapak” ANTAM Surabaya

Saat membuka pintu kamu akan langsung disambut satpam dan ditanyai apa keperluannya. Bilang aja mau beli emas, terus nanti kamu dikasih nomor antrian, tinggal duduk aja. Kursinya cuma 2 baris, kalo lagi rame bisa desek2an kayak di angkot. Nanti kalo nomor antrianmu dipanggil, tinggal dateng aja  ke meja Bapak yang ngurusin penjualan (satu2nya meja di ruangan itu selain meja satpam). Nanti kamu dimintain KTP, ditanyain mau beli emas yang berapa gram, berapa pcs, bayarnya pake apa dll. Habis  itu kamu dapat semacam form penjualan. Setelah deal kamu tunggu lagi sampai giliranmu masuk ke ruangan kasir untuk membayar dan mengambil emasmu.

Meja penjualan dan ruangan kasir ANTAM

Ruangan kasirnya juga kecil (banget), tertutup dan cuma cukup buat 2 orang. Di sini silakan tunjukkan form penjualanmu dan bayarlah. Bisa pakai cash (maks 5 juta), kartu debit, atau transfer. (Tips: Kalau transfer bank mending kamu telepon dulu ke kantor ANTAM terus bilang mau beli emas blah blah terus langsung transfer…jadi ke kantor ANTAM tinggal ambil emasnya aja gak perlu ngantri lagi.) Nah setelah membayar, sama kasir langsung deh dikasih kuitansi dan tentu saja emasmu. Silakan dibawa pulang dan disimpan baik2 yah!

Note: emas batangan di bawah 10 gram emang gak ada nomor serinya, jadi gak perlu bingung kalau ID numbernya kosong.

Emas batangan ANTAM dan sertifikatnya

3. Layanan Delivery Emas/ Beli Online

Nah ini alternatif kalau kamu pengin nabung emas secara teratur tapi malas antri di lapak ANTAM…atau mungkin tempatmu jauh dari lapak ANTAM…atau mungkin kamu terlalu sibuk bekerja. Caranya adalah minta delivery. Sejauh ini lapak ANTAM yang bisa delivery cuma di Jakarta, itupun cuma bisa ke kota2 tertentu (Malang gak bisa) dan ongkirnya mahal gila, sampe 100ribuan. Alternatifnya kamu bisa beli online ke agen jual-beli emas ANTAM, seperti di sini dan di sana. Jadi istilahnya mereka ini “kulakan” emas ke ANTAM, lalu dijual lagi ke pembeli2 seperti kamu. Makanya harganya lebih mahal daripada harga ANTAM, tapi kamu kan gak perlu capek2 ngantri gitu. Mereka juga bisa delivery dengan ongkir yang relatif murah, dan bisa menjangkau kota2 yang gak termasuk layanan delivery ANTAM. Emasnya sama persis, dan sudah termasuk sertifikat juga, dijamin aman sampai rumahmu.

Nah demikianlah sekilas info tentang cara membeli emas batangan…yuk kita kurangi konsumsi berlebihan dan mulailah berinvestasi. Masa depan masih panjang 🙂

Kisah Kardus Kesepian

Kisah Kardus Kesepian

“Tulisan ini untuk ikut kompetisi @_PlotPoint: buku Catatan si Anak Magang Film “Cinta Dalam Kardus” yang tayang di bioskop mulai 13 Juni 2013.”

Jadi kardus itu enggak enak. Percaya deh. Dilipat-lipat, diisi barang-barang berat, ditindihin, dipojokin, kadang ditendangin, dan kalo udah nista banget ya dirombengin. Gak asik kan. Siapa sih di dunia ini yang mau jadi kardus?

Nasib jadi kardus…

Tapi kamu tau, baru sekali ini saja, saya merasakan sesuatu yang berbeda dalam seumur hidup saya menjadi kardus. Tau kenapa? Saya dipeluk. Iya, dipeluk. Sama cewek lagi. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya sebagai seonggok kardus jomblowan yang kesepian, saya dipeluk begitu erat oleh seorang perempuan. Rasanya hangat. Hangat dan basah. Upsss. Iyalah, soalnya dia meluk saya sambil nangis…

Si kardus dipeluk cewek…!

Kamu tau, airmata perempuan itu adalah salah satu dari sedikit hal yang bisa meluluhkan hati laki-laki. Jangankan hati saya, badan saya pun luluh…jadi lembek gara-gara basah (yaiyalah kardus gitu). Kadang saya bertanya-tanya, apa sebenarnya yang membuat perempuan ini menangis? Apa yang membuat dia terus sesenggukan di sini–meratapi barang-barang yang ada dalam tubuh saya?

Semua barang ini, saya tahu, berasal dari satu sumber yang sama–seorang laki-laki yang sangat dia cintai. Ya, barang-barang ini sendiri yang menceritakannya pada saya. Lihat, boneka panda itu, dialah yang paling tua. Dia datang tiga setengah tahun lalu saat perempuan ini berulang tahun ke-19. Dia datang bersama bantal biru yang lucu saat perempuan dan laki-laki itu baru beberapa bulan bersama.

Panda imut dan bantal kecil

Dan jaket putih itu, datang sekitar 2 tahun lalu, menandai resminya mereka 2 tahun sebagai kekasih. Dia dikirim oleh seorang kurir sebagai hadiah tak terduga yang sangat manis. Lalu pashmina biru itu, adalah oleh-oleh dari sebuah perjalanan jauh mewujudkan mimpi.

Jaket putih

Pashmina biru

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak terhitung pula barang-barang kecil yang entah kapan datangnya, tapi selalu hadir saat diperlukan. Flashdisk mungil itu, muncul begitu saja saat si perempuan menangis karena flashdisk barunya hilang. Juga softlens case itu, datang saat lensa kontaknya sobek dan rusak. Baju-baju dan sepatu kantor itu, merekalah yang paling muda, datang saat si perempuan baru saja diterima bekerja. Semuanya diberikan bukan karena ada peringatan hari-hari spesial, lebih karena ingin memberi yang dibutuhkan.

Flashdisk

Softlens case

 

 

 

 

 

 

 

Setiap barang dalam tubuh saya ini, membawa kenangannya sendiri. Meskipun hanya kenangan, tapi perasaan di dalamnya sangatlah kuat. Semua barang ini adalah sisa-sisa dari sebuah perasaan cinta. Sisa-sisa dari sebuah cerita nostalgia yang pernah ada. Hai perempuan manis yang sedang menangis, sebagai sebuah kardus saya pun turut merasakan kesedihanmu. Tapi saya tahu, hidupmu harus tetap berjalan. Biarlah menjadi tugasku untuk menyimpan setumpuk kenanganmu.

Kamu tau, jadi kardus itu tidak enak, sungguh tidak enak. Tapi baru kali ini saya merasakan betapa berharganya saya sebagai seonggok kardus. Saya telah menjaga dan melindungi setumpuk perasaan yang tidak terungkapkan. Perasaan yang tidak bisa dihapuskan, tapi juga tidak bisa diwujudkan. Perasaan yang terlalu berharga untuk dibuang begitu saja.

Barang-barang penuh cinta ini akan selalu membuat saya merasa hangat…

Kardus yang penuh kehangatan =)

Sekardus Kenangan

“Tulisan ini untuk ikut kompetisi @_PlotPoint: buku Catatan si Anak Magang Film “Cinta Dalam Kardus” yang tayang di bioskop mulai 13 Juni 2013.”

Sekardus kenangan

Kardus barangkali adalah salah satu tempat ternyaman di dunia. Saat meringkuk di dalam sana kamu bisa merasa hangat, merasa terlindungi, dan merasa aman dalam duniamu sendiri. Sekali saja seumur hidupmu, setidaknya di masa kecilmu, saat melihat sebuah kardus raksasa, kamu pasti pernah mencoba masuk ke dalamnya kan?

Jadi jangan salahkan aku kalau kuletakkan semua pemberianmu di dalam kardus. Karena sudah sepantasnya semua itu berada di sana. Di tempat ternyaman, di sudut yang tak terlihat, tidak pernah tercecer dan tidak pernah terbuang. Begitu pun kenangan-kenangan tentang  kamu, dan perasaan-perasaanku untuk kamu, semuanya sudah kutata rapi dan kumasukkan ke dalam kardus. Kuletakkan di suatu sudut di dalam hati — tidak terlihat tapi selalu ada di sana. Di situlah aku menyimpanmu, di situlah tempat paling spesial yang bisa kuberikan untukmu.

Kamu perlu tahu, bahwa kamu terlalu berharga untuk dibuang begitu saja. Kamu perlu tahu, bahwa selama hampir empat tahun kita bersama, kamu sudah mengubahku menjadi seseorang yang berbeda. Jejakmu selamanya ada padaku, membuangmu sama artinya seperti membuang bagian dari diriku. Kamu dan aku adalah kepompong bagi satu sama lain, dan kita berdua telah berubah dari ulat buruk rupa menjadi kupu-kupu yang cantik dan bebas. Seberharga itulah dirimu bagiku.

Jadi jangan salahkan aku kalau kuletakkan semua pemberianmu di dalam kardus. Karena sudah sepantasnya semua itu berada di sana. Betapapun megahnya sebuah rumah, akan selalu ada tempat di mana kardus-kardus itu disimpan. Karena kardus dan semua benda di dalamnya itu adalah sejarah. Dan orang bijak selalu bilang, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Itulah mengapa kardus-kardus itu ada di sana, untuk mengingatkanmu agar tidak terperosok dalam lubang yang sama.

Jadi sekali lagi, jangan salahkan aku jika kuletakkan semua pemberianmu di dalam kardus. Sudah sepantasnya mereka ada di sana. Tidak pernah dibuang, tapi juga tak lagi digunakan. Aku tidak akan membuka kardus itu. Karena aku punya alasan kuat kenapa semua itu harus kuletakkan di dalam kardus, tidak lagi dipajang dan tidak lagi dipergunakan. Bukan, bukan karena sudah rusak ataupun usang, tapi semata karena aku merasa tidak lagi cocok menggunakannya.

Kamu dan aku sudah seperti sahabat karib, bercanda dan bercinta tanpa sedikitpun prasangka. Tapi kita tahu, dalam beberapa hal kita memandang  sesuatu secara berbeda. Dan kita tahu itu sebenarnya hal yang sangat penting, tapi selalu berusaha mengabaikannya — karena kita sudah terlalu merasa nyaman satu sama lain. Kita tahu sama tahu bahwa ini adalah bom waktu, yang pasti akan meledak suatu saat nanti, entah sepuluh atau dua puluh tahun lagi. Jadi sebelum ledakannya menghancurkan banyak orang, lebih baik kita gunting saja sumbu peledak ini sekarang. Memang kita berdua akan merasa sakit, tapi kita tahu ini akan jauh lebih baik daripada nanti orang lain yang terkena ledakannya.

Jadi sekarang kamu tahu kenapa aku meletakkanmu di dalam kardus. Kamu adalah bagian dari masa lalu, tapi kamu menjadikanku seperti sekarang, yang membuatku lebih siap menghadapi masa depan. Terimakasih untukmu, dan semoga masing-masing dari kita hidup berbahagia selamanya… =)

LuVe Litee: Ada Kegembiraan Buat Semuanya

LuVe Litee: Ada Kegembiraan Buat Semuanya

“You can’t buy happiness, but you can buy ice cream.”

Begitu bunyi quote yang muncul di update status salah satu teman Facebook. Saya yang baca jadi senyum2 sendiri. Ya, bukan rahasia lagi kalau es krim memang merupakan salah satu penganan yang bikin hepi. Semacam mood booster gitu deh, seperti cokelat dan sejenisnya. Sayangnya, makanan “surga dunia” ini juga jadi pantangan bagi beberapa orang –terutama buat mereka yang lagi diet, alergi susu, atau vegetarian. Iyalah, soalnya es krim kan terbuat dari susu sapi, dan konon katanya mengandung banyak lemak dan kolesterol, alias bikin endut dan gak sehat.

Jadi inget lagunya Bang Rhoma deh. “Kenapa semua yang enak-enak, itu yang dilarang…” *sambil joget dangdut* 😀 Kenapa yaa es krim seenak itu, yang bikin mood hepi itu, jadi gak boleh dimakan karena takut gak sehat…? Apa gak ada es krim yang tetep enak tapi juga tetep bikin sehat…? Apa bisa tetap menikmati es krim tanpa merusak diet…? Apa ada cowok seganteng Lee Min Ho yang mau jadi pacar saya…? *loh*

Jawabannya ternyata…ADA, sodara2! Bukan, bukan ada Lee Min Ho yang mau jadi pacar saya. Tapi es krim yang enak dan sehat itu ternyata ada, lho! Namanya adalah LuVe Litee, produk baru dari es krim Campina. Apa yang bikin LuVe Litee ini enak dan sehat? Well, es krim ini terbuat dari susu soya alias susu kedelai, yang jelas lebih rendah lemaknya daripada susu sapi. Makanya dia bisa dikategorikan sebagai Es Krim Lowfat. Kamu2 yang sedang diet bisa tetap menikmati kelezatan es krim tanpa khawatir mengkonsumsi lemak berlebih. Apalagi, LuVe Litee ini punya banyak varian rasa, yaitu Green Tea, Chocolate, dan Raspberry Rosella. Tinggal pilih aja sesuai selera kamu. Enak dan sehat, kan? 😀

LuVe Litee rasa Raspberry Rosella, harganya cuma Rp 10.000 per cup

Sendoknya ada di balik label tutup kemasan, jadi gak perlu khawatir kasir lupa ngasih sendok

Rasanya manis2 kecut dan di dalamnya ada semacam selai Raspberry, segeeerrr 😀

Nah, karena terbuat dari susu soya, LuVe Litee juga termasuk es krim 100% Non Dairy, jadi aman dikonsumsi untuk orang2 yang alergi susu sapi a.k.a. lactose intolerant. Tau kan kalau susu sapi itu mengandung laktosa. Nah, ada beberapa orang itu yang pencernaannya gak kuat kalau kena laktosa, jadi tiap minum susu sapi dia jadi kembung atau diare. Para penderita lactose intolerant biasanya mengkonsumsi susu kedelai sebagai pengganti susu sapi.

Menurut Dr. Sonia Wibisono, LuVe Litee ini juga dianjurkan buat penderita diabetes dan anak2 yang autis (sumber di sini). Bahkan, menurut beberapa literatur, penderita diabetes sebaiknya tidak  minum susu sapi dan lebih dianjurkan untuk minum susu kedelai (sumbernya di sini).

Adik sepupuku yang masih berumur 5 tahun, Faiz namanya, termasuk anak yang tidak diperbolehkan mengkonsumsi susu sapi. Biarpun masih balita dia menderita diabetes, sebagian karena faktor genetis juga sih. Jadi selama ini dia selalu minum susu formula khusus yang terbuat dari kedelai (susu soya). Otomatis mamanya juga melarang dia untuk makan es krim karena ada kandungan susu sapinya kan.

Nah, suatu hari saya membawakan LuVe Litee untuk si Faiz. Pikir saya, kan es krim ini terbuat dari susu soya, mestinya aman untuk dia konsumsi. Saya membawakan satu cup LuVe Litee rasa chocolate karena anak2 kan biasanya demen sama cokelat. Dan hasilnya Sodara2…si Faiz ternyata sukaaaaaaaaaaa banget sama es krim ini…! Memang sih dia kan jarang sekali makan es krim karena gak dibolehin mamanya itu. Jadi melihat satu cup penuh es krim LuVe Litee cokelat di depan matanya itu dia langsung kalap. “Wuaaa…es krim cokelat…!!!”

LuVe Litee cokelat, kerasa banget cokelatnya, uniknya enggak terlalu manis kayak es krim cokelat biasanya

Namanya anak kecil, Faiz langsung “tancap” makan es krim dengan lahap sampai mulutnya celemotan semua. Kakaknya, Fahri pun ikut2an makan sehingga mereka jadinya berebut es krim dari satu wadah yang sama *jadi nyesel cuma beliin satu cup*. Dalam sekejap sekotak LuVe Litee cokelat pun habis disantap. Belum puas sampai di situ, Faiz bahkan menjilati sisa2 es krim yang masih ada di kotaknya. Dan yang lebih parah, dia juga menuangkan air ke dalam cup nya dan melarutkan sisa2 es krim di dalamnya lalu diminum sampai habis…! Jadi cup es krim itu bersih sih sih seperti habis dicuci. Bayangin…!!! Saya sampai terharu ngelihat adik sepupu tersayang itu makan es krim sampek segitunya. ><

LuVe Litee cokelat…hmmm enyaaaakkkk!

Dikoretin terus sampe celemotan…

Kenikmatan hingga tetes terakhir…

Well, es krim dan anak2 adalah dunia yang tak terpisahkan. Seperti kata quote tadi, ice cream is happiness. Dalam sekotak es krim ada keceriaan dan kegembiraan, sayang sekali kan kalau ada anak2 yang gak bisa menikmati kegembiraan makan es krim karena penyakit yang dideritanya. Dengan LuVe Litee, ada cukup banyak keceriaan dan kegembiraan buat semuanya. Sekarang semua orang bisa menikmati es krim dengan gembira, tak perlu khawatir akan dampak kesehatannya.

Cintai hidupmu, ciptakan kegembiraanmu, tanpa mengorbankan kesehatanmu 🙂

Everybody loves ice cream! 😀

Marina and My Outdoor Activities…!

Marina and My Outdoor Activities…!

Surabaya asyiknya memang cuma pas hari libur. Jalanan sepi, bebas macet, bebas polusi, dan udara pagi terasa lebih segar daripada biasanya 🙂 Kamis ini pas banget lagi tanggal merah a.k.a. liburan kejepit. Daripada mudik, saya memilih untuk  hepi-hepi aja di sini sama teman2 kantor, dan kami pun memutuskan untuk…BERENANG! 😀

Kami memang tergolong cewek2 aktif yang hobi banget sama kegiatan outdoor. Tantangannya cewek2 kayak kita itu yah, meskipun harus sering keluyuran, keringetan, dan tersengat matahari, tetep aja harus kelihatan cantik. Yaiyalah, namanya juga cewek. Makanya  kita butuh banget “teman spesial” yang harus dibawa tiap ngeluyur ke mana-mana.

Marina UV White Extra SPF 15, sahabat cewek aktif yang suka kegiatan outdoor

So, ini dia ‘senjata’ baru saya, Marina UV White Extra SPF 15. Ini nih yang bikin cewek2 aktif kayak kita tetap bisa menikmati serunya aktivitas outdoor dengan penuh percaya diri tanpa khawatir kehilangan pesona alaminya *uhuk*. Jadi…kenapa Marina ya? Kenapa, mungkin karena produk Marina ini udah termasuk akrab di keluarga saya. Adek-adek saya yang semuanya cewek dari dulu cocoknya pakai Hand & Body Lotion Marina. Apalagi kalo ada Marina varian baru sukanya dicobain satu-satu gitu. Makanya di rumah sering geletakan macem2 botol2 Marina yang udah kosong…kalo dikumpulin bisa dirombengin kali ya, hihihi 😛

Botol-botol Marina di meja rias my sisters

Well…balik lagi ke acara renang bersama…Sebelum berangkat berenang saya pun enggak lupa mengusapkan Marina UV White Extra SPF 15 terutama di daerah tangan dan kaki supaya nanti kulit enggak gosong. Males banget kan kalo abis renang kulit jadi belang. Kemudian baru deh kita capcusss…pergi ke salah satu kolam renang di daerah Surabaya Barat.

Girls hangout in pool

Huppp…dengan Marina UV White Extra SPF 15, enggak perlu takut kulit jadi belang sehabis berenang 😀

Selalu sedia “Marina UV White Extra SPF 15” di darat maupun di air 😉

Nah… asik kan kalo berenang enggak pake gosong? Ya emang itulah salah satu fungsinya Marina UV White Extra SPF 15. Coba deh baca keterangan di kemasannya, Marina UV White Extra SPF 15 ini memang cocok banget buat cewek2 aktif yang sering panas-panasan. Eits, tapi fungsinya enggak cuman buat kecantikan aja lho ya. Ya emang sih salah satu alasan pakai lotion ini biar kulit putih dan enggak gosong. Tapi gak cuman karena itu juga lho. Kalo kamu berpikir cewek yang dikit2 pake sunblock atau lotion SPF saat keluar rumah itu kemayu, lebay, tukang dandan, dll, KAMU SALAH BESAR. Sinar matahari (khususnya sinar ultraviolet/UV) itu dihindari bukan sekedar supaya kulit kita tetap putih, tapi supaya kulit kita TETAP SEHAT dan enggak terbakar. Sinar UV itu bahaya loh, bisa bikin kanker kulit juga.

Makanya, Marina UV White Extra SPF 15 diciptakan untuk perlindungan optimal setiap hari dari bahaya sinar UV. Nah kalo kamu mau tau apa aja untungnya kita pakai Marina UV White Extra SPF 15, simak nih:

1. Mencegah sunburn, alias kulit terbakar matahari.

Sunburn ini beda ya sama sekadar kulit gosong. Dulu saya pernah mengalaminya gara2 nekat ikut kegiatan menanam mangrove di pantai saat siang bolong yang terik. Waktu itu pakai lengan baju pendek supaya tidak kena lumpur. Dodolnya, saya enggak pakai sunblock atau lotion tabir surya yang ada bahan SPF-nya. Dasarnya waktu itu masih cuek bebek sih…dan nggak ngeh kalo sinar matahari bisa segitu bahayanya. Akibatnya tau gak? Besoknya saat pulang ke rumah, kulit lengan yang terpapar matahari jadi berwarna hitam kemerahan, kering, dan pecah-pecah. Dan rasanya…ya ampun…periiihhh banget 🙁

Don’t try this at home: berjemur di pantai gak pake sunblock/lotion SPF, efeknya dahsyaaattt :((

Nah, Marina UV White Extra SPF 15 ini mengandung tabir surya dengan kadar SPF 15 yang bisa melindungi kulit dari sinar ultraviolet yaitu UV B (penyebab sunburn). Kalo kita lihat di ingredients-nya mungkin bingung, mana sih zat SPF 15 nya? SPF 15 itu bukan nama zat, tapi indikator kekuatan pelindung sinar matahari (Sun Protecting Factor). Di ingredients Marina UV White Extra SPF 15 kamu akan menemukan zat bernama Ethylhexyl salicylate, nah ini dia bahan aktif yang melindungi kulit dari sinar UV B itu…ya ini yang dimaksud berkadar SPF 15 itu.

Kadar SPF 15 menunjukkan kalau lotion itu bisa melindungi kita 15 kali lebih lama daripada tanpa lotion. Misalnya nih ya, normalnya kulit kita akan terbakar setelah 10 menit terkena matahari. Kalau pakai Marina UV White Extra SPF 15 ini maka kulit kita baru akan terbakar setelah 15×10 = 150 menit. Tahan lebih lama kan? Dari situ kita juga bisa tau, kalau kita berniat panas2an dalam waktu lama, lotion ini perlu dipakai ulang setiap kira-kira 150 menit sekali.

Kadar SPF 15 juga menunjukkan kalau lotion ini menyerap hanya 1/15 (sekitar 6.7%) dari sinar UV B yang mengenai kulit kita. Jadi, masuk akal kalau dibilang bahwa Marina UV White Extra SPF 15 ini optimal melindungi dari 94% sinar UV. Kalau kita pakai Marina UV White Extra SPF 15, dari 100% sinar UV B yang mengenai kulit kita, sekitar 94% akan di-block oleh lotion tsb sehingga hanya sekitar 6% saja yang terserap kulit. Lebih aman kan…! (Sumbernya klik di sini dan di sana)

SPF 15 adalah kadar yang tepat untuk kulit orang tropis seperti kita. Kadar SPF yang terlalu tinggi hanya menambah sedikit perlindungan terhadap sinar matahari (cuma beberapa persen aja), nggak sebanding sama efek sampingnya (dan harganya). Kalau terlalu tinggi kadar SPFnya kulit juga bisa jadi kering.

 

2. Mencegah kerutan2 halus pada kulit dan membantu menghambat proses penggelapan kulit.

Nah tadi kan udah dibahas kalo Marina UV White Extra SPF 15 ini melindungi kulit dari sinar UV B yang menyebabkan sunburn. Ternyata selain UV B, Marina UV White Extra SPF 15 ini juga melindungi kulit dari sinar UV A loh. Komplit kan? Padahal jarang lho tabir surya yang punya double protection, tapi Marina UV White Extra SPF 15 ini punya dua2nya sekaligus, yaitu anti UV A dan UV B.

Emangnya apa sih efeknya sinar UV A? Memang sih sinar ini tidak seganas UV B yang bisa bikin sunburn dan kanker kulit. Tapi sinar UV A dapat menembus lapisan kulit lebih dalam daripada sinar UV B. Sinar ini mempengaruhi jaringan penghubung kulit, seperti kolagen  dan elastin. Makanya sinar UV A dikenal sebagai sinar yang bisa membuat kulit mudah berkeriput dan menua.

Untungnya Marina UV White Extra SPF 15 juga mengandung PA+ yang melindungi kulit dari sinar UV A. PA+ juga bisa membantu menghambat proses penggelapan kulit. Kalo kita teliti di Ingredients, anti UV A ini nama kerennya adalah Butyl methoxydibenzoylmethane. Nah lho!

 

3. Membantu mencerahkan warna kulit

Selain mengandung UV A Protection dan UV B Protection, Marina UV White Extra SPF 15 juga mengandung Biowhitening Complex, yang terdiri dari yogurt dan vitamin B3. Keduanya bekerja membantu mencerahkan warna kulit sehingga tampak lebih putih merata. Jadi nih ya, kalau misalnya kulit kamu udah terlanjur belang kayak foto di bawah ini, Marina UV White Extra SPF 15 juga bisa membantu mencerahkan dan meratakan kembali warna kulitmu itu.

Kaki belang gara2 keluyuran di pantai Bali, euh gak banget kan.

Wah kok bisa ya? Ya bisa lah… yogurt kan emang berkhasiat memutihkan kulit dan mencegah kulit kusam, soalnya ada kandungan asam laktat-nya. Sedangkan vitamin B3 itu memang bisa memperlambat pigmentasi dan meratakan warna kulit.

 

4. Menghaluskan, melembutkan, dan menjaga kelembaban kulit.

Nah, tentunya kalo yang ini adalah manfaat dasar dari sebuah Hand & Body Lotion ya. Jadi Marina UV White Extra SPF 15 ini pastinya ada bahan moisturizer-nya juga, yang berfungsi menjaga kelembaban kulit. Selain itu diperkaya vitamin E juga, yang merawat kulit supaya tetap halus dan lembut. Kalau kamu pakai, formula lotion ini juga enggak lengket dan gampang meresap di kulit.

Sedia Marina UV White Extra SPF15 di dalam tas, perlindungan optimal setiap hari

 

Oke…sekarang udah pada paham kan ya kenapa Marina UV White Extra SPF 15 memang cocok banget  dipakai buat saya, kamu, dan kita semua para cewek aktif yang suka aktivitas outdoor. Jadi, mulailah untuk peduli sama kecantikan dan kesehatan kulitmu. Sedia selalu Marina UV White Extra SPF 15 di dalam tas kamu. Untuk hasil maksimal, lebih baik gunakan juga pakaian yang dapat membuatmu tidak terkena paparan langsung sinar matahari, seperti jaket/topi/dll.

Well, cukup sekian ya tentang pentingnya SPF15 untuk perlindungan optimal setiap hari. Selamat beraktivitas girls, tetap aktif dan tetap cantik ya! 😀

Gowes asyik tanpa gosong…kan pake Marina UV White Extra SPF 15 😀