Kerupuk Goreng Pasir (Sand-fried Cracker; Non-Cholesterol) PART 1

Have you heard about this? A cracker which is fried by sands–not by palm oil? Do you feel curious, interested, or even disgusted?

But this kind of snack REALLY EXIST. I told you. Come to Indonesia, and you’ll find this snack that you WON’T FIND IT ANYWHERE around the globe, I’m sure! (really around the ‘globe’ :P)

In Indonesia, especially East Java, you’ll find that a cracker can be tasted soooo crunchy and savory eventhough it’s fried in sand! Trust me! Coz I’m producing it right now with my family 🙂

Here is the picture of the “sand-fried cracker” 😉 Read more

Ciri Entrepreneur

Saatnya mencocokan karakter diri Anda dengan ciri entrepreneur!

Menjadi seorang entrepreneur memang tidak mudah, besarnya resiko usaha menjadi
salah satu penghalang terbesar bagi masyarakat untuk memulai usaha. Bahkan
karena takut menghadapi resiko, banyak masyarakat yang berhenti ditengah jalan
dan yang lebih parah lagi banyak diantara mereka yang mundur sebelum mereka
mencoba. Mereka lebih memilih zona aman tanpa memikirkan besarnya resiko
kerugian. Tak heran jika masyarakat kita lebih berminat menjadi pegawai negeri
sipil atau menjadi karyawan di sebuah perusahaan dibandingkan menjadi seorang
entrepreneur. Hal ini membuktikan bahwa tidak semua orang memiliki jiwa
entrepreneur.
Apakah Anda termasuk orang yang memiliki jiwa entrepreneur? Read more

Entrepreneurship Itu…Apa Sih? (2)

Welcome back to Entrepreneurship discussion…=D

Oke kita udah tau kalo Entrepreneurship itu gak melulu jualan. Masalahnya mengubah mindset itu bukanlah hal yang mudah. Terutama di Universitas ini yang notabene anak2nya udah mendapat pengaruh kuat dari Pak JDWI tentang konsep itu. Bahwa Entrepreneurship = Salesmanship. Apalagi secara personal, anak2 banyak yang lebih dekat sama sang Bapak daripada sama tim Entrepreneurship yang baru ini. Jelas aja mereka ‘membela’ orang yang lebih dekat…

Lantas, masalah besar apa yang dikhawatirkan bisa terjadi?
To the point yah, protes orangtua mahasiswa.
I’m afraid it’s the biggest consequence of this conflict.

Mungkin aku berpikir terlalu jauh. Tapi begitu Bu Eli tadi menjelaskan tentang konsep2 Entrepreneurship baru ini, dan melihat gimana beberapa anak terang2an memprotes semua itu, dan mendengar gimana celetukan2 “menohok” dari mereka, aku jadi mikir yang enggak2.

Kita tahu Universitas ini didirikan oleh para praktisi bisnis. Dan gak bisa dimungkiri, banyak orangtua tertarik sama Univ ini karena beranggapan bahwa PARA PENDIRI itulah yang mendesain kurikulum di sini sedemikian rupa sehingga begitu lulus mak jeblusss…mereka langsung bisa ngelanjutin bisnis orang tua.

Tapi Bu Rektor-lah sebenarnya yang diserahi urusan “software” Univ ini. Para pendiri itu hanya mengurus “hardware”nya. Dan tau sendiri kan, Bu Rektor adalah seorang AKADEMISI sejati, bukan seorang PRAKTISI bisnis. Tentu dalam beberapa hal, mereka punya pandangan yang bertentangan.

Aku ngebayangin, abis kuliah tadi anak2 “pengikut” Pak JDWI pada ‘wadul’ ke ortu masing2, “Ma, Pa, sekarang di kampus gak boleh jualan lagi. Perusahaannya dibubarkan. Entrepreneurship cuman teori doang! Bayangin deh, tadi kita diputerin video-nya Bunda Teresa…masa mau jadi entrepreneur kita disuruh jadi suster???”

Well, gak persis kayak gitu kali yah. Tapi kata2 itu berdasarkan celotehan beberapa teman yang gak sengaja aku denger tadi. Masalahnya, kalo semua anak2 itu pada ngadu ke ortu-nya, dan–parahnya–ortunya juga gak ngerti dengan konsep asli Entrepreneurship…apa yang bakal terjadi??? Mereka bisa membentuk KOTMAET (Koalisi Orangtua Mahasiswa Anti Entrepreneurship Teoritis) dan melabrak gedung rektorat. Mereka bakal nyuruh anaknya pindah ke Univ lain yang bener2 ngajarin bisnis. Atau lebih parah, mereka bakal nyuruh anaknya putus kuliah dan langsung terjun ke bisnis ortu. Woaaa….
*Dramatisasi mode on*…wkwkwk

Dulu aku pernah baca di blog salah seorang Dosen kalo Univ ini berkurang peminatnya karena “banyak mahasiswa n dosen yang bukan cungkuoren lagi”… Pernyataan ini amat tertanam di benakku dan langsung mencelat keluar begitu denger konsep baru Entrepreneurship tadi. Tiba2 aku merasa ini bakal berkembang jadi lebih besar. Kebetulan tim baru Entrepreneurship itu emang iniren semua…dan meskipun bukan itu alasannya, mungkin banyak orangtua mahasiswa yang bakal menjadikannya kambing hitam…

Intinya, kalo nggak cepet diredam, pertentangan dalam konsep Entrepreneurship ini bakal melebar ke mana2, merusak ciri pluralitas, menimbulkan perpecahan intern, hingga akhirnya “meruntuhkan” Universitas ini bahkan sebelum berkembang…
Singkatnya, jadi layu sebelum kuncupnya mekar.

Wew, kayaknya aku mikir terlalu jauh yah? Hmmm gak usa diambil pusing lha…ini cuma hasil imajinasiku yang terlalu liar aja sih…^x^ Tentunya aku nggak berharap kejadian seperti itu bakal terjadi. NGGAK BANGET LAH. Tolong deh, aku cinta mati sama Ma Chung dan nggak mau rumah keduaku ini ‘runtuh’ begitu saja… (halah opo ae =p)

Tapi rasanya aku optimis deh. Maksudku, pas akhir2 kuliah Pak JDWI udah banyak kakak tingkat yang protes soal metode penilaian dsb. Kayaknya mereka pada bingung gitu loh. Kerasa banget klo konsepnya masih ge-je. Ada benernya komentar Mas Ekak kalo mungkin aja anak2 angkatanku tadi banyak yang protes…soalnya mereka baru jualan slama 1 semester. Masih seru2nya gitu kali yah. Sedangkan kakak tingkat kami udah melakukannya selama 3 semester dan mereka mulai merasa ini GE-JE BANGET. Jadi mungkin mereka bakal setuju sama konsep Entrepreneurship yang baru ini…

Yah, beginilah resiko mahasiswa Universitas baru. Jadi kelinci percobaan…hehehe tapi gak masalah sih. Kita jadi tahu bener gimana rasanya membangun sesuatu dari awal…=)

Entrepereneurship itu…Apa sih? (1)

Tadi pagi ada kuliah Entrepreneurship dan tau gak? Kayaknya Entrepreneurship semester ini bakal 8eda 8anget sama yang se8elum2nya… (sori ki8or 8ejat jadi huruf b diganti 8)

masalahnya aku mulai merasa kalo masalah ini 8akal jadi 8esar.
Sejak awal didirikan, kurikulum Entrepreneurship dipegang oleh seorang dosen (se8ut saja Pak JDWI). Intinya kita harus 8ikin perusahaan dan jualan dg target omzet tertentu tiap minggunya. nilai didapat dr pemenuhan omzet qt dan pengem8angan 8isnis (misal 8ikin pameran di mall or pasang iklan).

masalahnya adalah, 8anyak dosen2 (termasuk 8u rektor) yang gak setuju dengan cara seperti itu. mereka menganggap 8ahwa Entrepreneurship itu 8ukan hanya JUALAN alias Salesmanship, tapi juga di 8idang yg laen…kyk social entre, moral entre, political entre, dll

masalahnya lagi, selama 1 semester dengan Pak JDWI mindset anak2 udah kadung di-cap sperti itu. bahwa Entreperenurship = jualan. titik. bikin bisnis dan dapet duit banyak.

pada pertemuan tadi pagi, Dosen2 penanggung jawab matkul Entre mencoba mengubah mindset itu. mereka memaparkan berbagai macam kelemahan pada kurikulum Entrepreneurship yang lama dan tau gak? yah, seperti bisa diduga, anak2 banyak yang protes.

mereka lebih pengin praktek, dan beranggapan bahwa Entrepreneurship itu gak butuh teori. yang penting jualan. tapi ada juga anak2 yg lebi setuju entreperenurship kayak gini. intinya aku merasa bahwa kalo gak cepet diredam, ini bakal berkembang jadi masalah yang lebih besar…

masalahnya adalah, banyak orangtua yang menyekolahkan anaknya di Universitas ini karena tertarik dengan ciri khas Entrepreneurship-nya. tau sendiri banyak di antara mahasiswa yang ortunya adalah praktisi bisnis, udah punya usaha mapan, dan pengin anaknya belajar gimana mengembangkan usaha itu. kebetulan di Ma Chung kita bisa langsung praktik bisnis, jadi mereka nganggep ini adalah suatu latihan yg bagus buat anak2 mereka.

sayangnya Ibu Rektor dan beberapa dosen lain kurang setuju dg penyalahgunaan matkul Entrepreneurship di kampus ini, misalnya kadang jadi ajang promosi perusahaan dll yg gak ada hubungannya ma pendidikan. nah ini kan gak bagus. padahal inti Entrepereneurship itu sendiri sebenernya ada di mengambil resiko/peluang dan mengembangkan potensi. dan ini bisa di berbagai bidang. Bisnis, akademik, moral. dll.

terus…apa masalah besarnya???

nah sek ya aku mau shalat Zhuhur dulu. sebenernya masih banyak yang mau ditulisin tapi nanti aku lanjutin lagi…=)

fact behind world criris!!!

Teman…ini sekedar copy-paste dari blog temen maya kesayangan saia, ussyong lalala. baca dan renungkan…setelah kmaren dapet kulya pak Jimmy rasanya email ini jadi lebih brarti…

“Teman2 Senior, Junior (Bandung 80’s, 90’s’ 00’s) agak serius dikit ya. Sebetulnya ini agak telat, tapi sorry karena pikiranku kesita banget ama kerjaan. Barusan aja aku kepikiran untuk share ama kalian di milist ini. Aku sendiri juga kelimpungan jawab pertanyaan dari orang2 soal ini. Ini bukan nakut2in tapi kenyataan dan aku nulis ini supaya kalian tahu apa yang harus dilakukan. Aku kerja di bidang investasi dan keuangan dan aku dah tahu duluan tentang hal ini. Aku dah tahu dan ngerasain krisis ini dari awal tahun tapi kan belum ngefek ke real sector, berhubung sekarang udah menjalar dan kalian akan segera merasakannya maka aku tulis ini.

Krisis ini bisa lebih buruk dari krisis 98, tapi kondisi ekonomi kita lebih kuat sekarang. Krisis yang sekarang asalnya dari luar bukan dari dalam negeri. So, aku minta kalian benar2 baca tulisan aku ampe selesai. Terserah kalian akan ikutin atau tidak, yang jelas aku punya license nasional dan pemahaman yang membuat tulisan aku di bawah ini suatu penjelasan dan saran yang bisa diikuti, bukan nakut2in. Bila ada pertanyaan bisa menghubungi aku di 08111834945, free of charge. Ini juga bukan iklan, gue ngga butuh. Please feel free. Tapi please jangan marah kalo gue ngga jawab karena kantor juga kacau abis.

Singkatnya gini deh:
Kondisi ekonomi:
1. Krisis keuangan di AS sangat sangat sangat parah. Tidak ada yang selamat. Ini sistem yang hancur.

2. Krisis itu telah menjalar ke seluruh dunia, sekali lagi tidak ada yang selamat. Kalo ada rumor yang mengatakan bahwa negara ini bakal kuat, bakal jadi pemimpin, jangan percaya.

3. Banyak negara sudah memasuki masa resesi, seperti Inggris dan Singapura. Sebenarnya banyak sekali negara sudah masuk resesi tapi secara definisi belum karena dalam definisi ekonomi suatu negara dinyatakan resesi bila pertumbuhan ekonominya negatif 2 kuartal berturut2. Jadi yang tinggal di Singapore , Inggris dan US benar2 harus melakukan perubahan cara hidup mulai sekarang.

4. Krisis ekonomi sudah menjalar ke sektor real artinya akan kita rasakan. Sekarang sebenarnya sudah tapi tidak banyak orang awam yang benar2 sadar dampaknya. Ekspor kita sudah melambat, harga2 komoditas kita sudah jatuh, eksportir2 kita sudah memecati karyawan, impor ilegal sudah masuk. Pertumbuhan ekonomi kita bisa negatif.

5. Sektor2 yang paling dulu terkena imbasnya adalah properti, manufaktur, pertambangan, perkebunan.. ..sebenarnya sekarang udah terasa. Jadi tahun depan jangan harapkan perusahaan kalian kasi bonus besar lagi
Artinya : Semua orang, semua negara sedang dalam perang memperebutkan cash. Siapa yang punya cash nantinya punya kemampuan lebih untuk bertahan

Saran dari aku:
1. Gaji dan semua income jangan dibelikan investasi lagi. PEGANG CASH. Buat kalian yang pas2an sekali, aku saranin, akumulasi cash dalam bentuk hard cash yaitu rekening tabungan (yang bisa ditarik dengan ATM). So, gaji masuk jangan belanja apa2.

2. Barang2 tertier terutama yang bakal dibeli pake kredit nanti dulu deh, pegang cash dulu. Barang2 akan mahal, susu anak mahal…so, pegang cash.

3. Bila kalian dengar harga emas naik dan sebagainya, jangan tergiur. Emas memang naik, tapi sangat volatile. Contoh temanku, beli emas, niatnya mau jualan,….eh telat, sekarang turun lagi. Lagian percaya deh, sulit jualnya karena semua orang dalam kondisi pengin jualan. Kalian bisa beli kemungkinan besar susah jualnya

4.Investasi tunda dulu deh. Kalo memang ada duit lebih deposito saat ini yang paling cocok, itu juga near to cash walaupun ada jatuh temponya.
Nah untuk deposito aku saranin:
4.a. Masukkan ke bank yang aman, buat kalian aku sarankan kalo bisa bank pemerintah.
4.b Bunga penjaminan pemerintah hanya 10%. Artinya bila deposito kalian mendapat bunga di atas 10% maka uang kalian tidak akan dijamin oleh pemerintah. Bila, bank itu kolaps, maka uang kalian bisa saja hilang….lang lang. Terus nominal yang diganti hanya maksimal 2 M. Mungkin kalian tidak ada yang punya sebanyak itu tapi informasi ini bisa dishare ke bokap atau nyokap.

5. Jangan panik lalu ikut2an beli emas atau dollar. Dollar justru tinggi2nya. Udah Rp 10,000 an. Dollar yang tinggi ini karena investor asing menarik uangnya dari Indonesia , mereka kan butuh dollar supaya bisa dibawa ke negara mereka. Jadi bukan karena kondisi ekonomi kita yang jelek.

Rumor:
1. Ekonomi Indonesia kuat, jauh lebih kuat daripada Singapore bahkan. Singapore sudah masuk resesi, 2 kuartal berturut2 -6%. Indonesia masih tumbuh 6%. Bila ada rumor yang mengatakan bahwa krisis kali ini disebabkan oleh pemerintah kita yang payah jangan percaya. Tim ekonomi kita sekarang ini tangguh. Cara mereka menanggulangi krisis sudah on track. BI mungkin membuat kebijakan yang mengejutkan tapi Menkeu tidak. I am objective di sini karena aku pelaku pasar bukan orang politik.

2. Jadi, bila ada rumor yang mengajak kalian menggulingkan pemerintah sekarang seperti zaman Soeharto, jangan terpancing.

3. Hutang luar negeri kita sangat2 kecil saat ini dan cadangan devisa kita jauh lebih kuat daripada tahun 97/98. Dulu hutang luar negeri kita 100% dan cadangan devisa kita nol. Saat ini kita juga tidak ada hubungan lagi dengan IMF. Semua hutang kita itu independent.

Tindakan:
1. Selain menyediakan cash untuk keperluan kita dan keluarga, mulai sekarang belilah dan pakailah produk dalam negeri. Aku ngga sok idealis, ini ada logikanya. Logikanya gini. Sekarang semua negara butuh cash, istilahnya ngga ada yang beli dagangan mereka, semua negara maunya jualan produk mereka supaya dapat cash. Nah, ngapain coba kita ngasih rakyat negara lain pendapatan dengan membeli produk2 mereka? Rugi amat. So, pake semua produk lokal. Kita mulai dari diri kita sendiri. Belanja ke Singapore nya ntar dulu. Travelling ke Phuket nya ntar dulu. Beneran….

2. Produk impor yang menggiurkan sudah masuk menyerbu ke Indonesia . Itusebenarnya dagangan negara2 lain yang tidak laku di USA karena USA dan negara2 kaya dan maju sudah bangkrut sehingga ngga minat lagi. Harga barang2 itu murah tapi sekali lagi, ngapain kasi makan negara lainsementara negara2 itu sudah tidak punya kapasitas lagi kasih makan kita. Ini bukan kondisi normal lagi ketika perdagangan antar negara terjadi karena saling membutuhkan, ini sih negara yang jualan udah ngga bisa timbal balik beli barang kita. Dong kan ?
Lagian ati2, mereka masuk dengan barang2 palsu kaya telur palsu dari bahan kimia.Yang sudah masuk sih barang2 dari China karena ekspor mereka tidak terserap oleh US makanya dibuang ke Asia . Dan ingat walaupun ekonomi China masih tumbuh 10% dan cadangan valas merekan terbesar di dunia, duit mereka juga sudah banyak ketanam di AS sehingga mereka juga merasakan dampak krisis ini.

3. Sekarang udah ngga pada kondisinya deh ngributin masalah politik dan ideologi, so jangan terpancing.. ..amankan dulu perut.

Investasi;
1. Bagi kalian yang punya reksadana di saham, kalo nilai investasi kalian sudah di bawah 50%, biarkan saja, jangan dijual karena kalo kalian jual maka uang kalian benar2 akan tinggal dikit. Biarkan saja nanti balik lagi…tapi kali ini memang lama….minimal 2 tahun bahkan lebih. Sekalilagi ini krisis yang sangat besar, terbesar sepanjang masa ekonomi dunia modern.

2. jangan beli asuransi dengan link lagi. Bila ada asuransi dengan link di dalamnya aku jamin hasil investasi kalian kecil sekali. Kalo belum lama belinya tanya ke agennya bisa tidak diswitch ke murni asuransi.2. Kalo memang ada duit lebih, masukkan saja ke deposito. Sekarang yieldnya lagi tinggi tapi ingat penjelasan ku tentang deposito di atas. ”

yah kira2 begitulah teman info yang saia dapat. tapi waktu kuliah MatEko kmaren, Pak Jimmy mengatakan hal yang nyaris persis sama. saia jadi benar2 percaya. apalagi malamnya waktu berdiskusi dengan Bapak saia, beliau juga bilang bahwa pemerintahan SBY saat ini bagus. saia jadi makin yakin!!!

sales bang…!!!

SCENE 1, Location: Warnet G*****i depan Terminal Landungsari
saia : mbak, di sini bole titip minuman gak?
operator : waduh gak boleh mbak!!!
saia : (masi ngeyel) ah masa si mbak? kulkas-nya banyak yang kosong gitu loh…
operator : tapi itu kulkas khusus buat Coca Cola mbak…
saia : (eS-We-Te)

SCENE 2, Location: Warteg
saia : buk buk, di sini bisa titip jual minuman gak??
Ibu : (ekspresi ketakutan) wah gak bisa mbak!!! jangaaannn!!! hentikaaaannnn!!! (dua kata terakhir hanya direkayasa =p)
saia : (ngaciiiiiiiiiiiiirrrrrrrrrr)

SCENE 3, Location: Warung Meme di Rambaan
saia : pak, maaf…mau titip minuman bisa gak?
Bapak : hmm, minuman yang kayak apa ya?
saia : itu loh pak…yang kayak frutang ma ale-ale gitu…tapi rasanya macem2
Bapak : (sambil menunjuk ke kulkas) waduh di sini uda banyak e mbak…liat aja itu sampe gak muat kulkasnya…
saia : (nyaris putus asa) tapi ini lebi enak loh pak…lebi murah juga!!!
Bapak : iya mbak tapi saya uda ada banyak e…nanti takutnya gak ada yang beli
saia : (tertunduk lesu) oh yaudah wes…makasi ya paaaakk

SCENE 4, Location: Warung Mie Ayam Jamur di Pasar Landungsari
saia : pak permisi…bole nitip jual minuman gak…?
Bapak : oh, minuman yang kayak apa ya mbak?
saia : (melihat secercah harapan, buru2 ngangkut sekerdus minum dari motor) ini pak…kayak ale-ale gitu, tapi rasa jambu
Bapak : ooohhh (bingung mau ngomong apa)
saia : (kesempatan!!!) enak kok pak…murah lagi… saia belinya 500 pak, bapa tersera mau jual 800 atau 1000…
Bapak : ini nanti mbak ngambilnya kapan?
saia : mmm, mungkin 2 mingguan gitu pak…
Bapak : lha kalo gak laku gimana?
saia : (jdhieennggg) ya nanti yang gak laku saya ambil lagi pak…gapapa ga usa dibeli, bapak ambil yang laku aja…
Bapak : ohh gitu… (ngawang2, antara bingung dan sungkan nolak) ya udah deh mbak. taruh sini aja minumnya…
saia : oh iya pak…(kreeekkk!! merobek selotip kardus pake ujung kontak motor dan mulai menata minuman di atas meja. )
*horeeeeeeeee akhirnya….* (bersorak lemah dalam hati)

yep, begitulah sedikit cuplikan saia waktu jualan tadi pagi. aaaahhhh lelahna jadi salesman…!!!! udah ke-2 kalinya muterin toko2 se-Landungsari buat nitip minuman…sejak pak jimmy nglarang qt jualan mamin di lingkungan kampus…aihhh

di luar kelompok entrepreneurship saia yang naudzubillah gak niatnya, saia berupaya bergerak sendiri. emang klo nunggu yang lain kompak gak bakal maju2…omzet-e selak mbukik jengg…jadila saia mencoba mengambil langkah sendiri…
sampe saat ni ada 48 ribu modal yang belom balik, buat beli 4 kardus minuman. smua minumna uda dititipin ke toko, tapi yah itu tadi…seperti kata Pak Daniel…jualan itu sulit…tapi NAGIH UTANG lebih SULIT lagi…klo maw sukses berbisnis maka kita tidak hanya harus pandai MENJUAL tapi juga pandai MENAGIH…cucok deu paaakkk -_-

sbetulna pingin sih serius mencoba bisnis sendiri. seperti yang telah dilakukan teman SMA saia Yuko baru2 ini, dia buka usaha bikin kaos keren dengan desain orisinil…scara emang desain grafis ability-ni ruaaaarrrrr byasahhhhhh!!! tapi…saia orangna terlalu strict kali yah? klo bisnis pengin-na suka ma produkna. dan di dunia ini gak ada yang lebih saia suka untuk di-bisnis-in slain BERITA. yep, BISNIS MEDIA adalah satu2na tujuanku!!!!! kalaupun harus berbisnis saia gak ingin memproduksi apapun slain KORAN, MAJALAH, TIPI, dkk!! coz basicly I’m a journalist. and always wanna be. gak mungkin lah saia tahan jadi sales obat ketek, misalna. idiiihhh byar dikasi bonus Mercedes juga OGAH.

tapi bagaimanapun…saia harus BELAJAR…harus punya NILAI LEBIH…an entrepreneur journalist…that’s what I wanna be…amiiinnn!!!