Renungan Ramadhan (1): Ramadhan di Negeri Orang

Islamic Centre England

Ramadhan dan Idul Fitri identik dengan “pulang kampung”. Menghabiskan waktu bersama keluarga, silaturahmi, lekat dengan istilah “kembali ke fitrah”. Namun bagi orang2 yang sudah menghabiskan seumur hidupnya berlebaran di kampung halaman, mereka yang ingin keluar dari ‘tempurung’ dan mengetahui dunia luar, merasakan suasana Hari Raya di negeri orang adalah sebuah impian.

Mengamati dan merasakan secara langsung menjadi Muslim di negeri orang, bagi saya adalah suatu hal yang luar biasa. Dua puluh tahun berpuasa di sebagai ‘mayoritas’ di negeri sendiri, keinginan untuk mencari tahu apa yang terjadi di luar sana sangat menggebu-gebu. Merasakan menjadi minoritas di negeri orang, tentunya akan meningkatkan kepekaan terhadap minoritas di negeri sendiri, kan?

Ingin sekali bertemu langsung dengan Yvonne Ridley, Sarah Joseph, Sami Yusuf, Maher Zain, dan orang2 penting lainnya yang memperjuangkan Islam di dunia global. Ingin melihat Islamic Center di London dan New York. Ingin berkeliling mengamati mantan2 masjid di Cordova. Ingin merasakan suasana puasa di Timur Tengah. Ingin ini ingin itu banyak sekaliii…………..

Someday I gotta travel to Muslim communities in every continent in the world, live with them, taste the difference, and write it as a report.

That’s gonna be a spiritual journey to seek the true meaning of life…