Capek di-InsyaAllah-in

Seberapa sering kamu mendengar jawaban “Insya Allah” saat kamu meminta kepastian dari seseorang? Well I think I have heard enough to say “STOP IT”. Jangan bilang “Insya Allah” lagi. Kalau iya bilang aja iya, kalau enggak ya enggak. Yang tegas gitu lho. Nggak usah pakai alasan religius untuk menutupi keragu-raguanmu, kesungkananmu, atau apalah itu.

insyaAllah

Kamu tahu kan artinya “Insya Allah”. Kurang lebih artinya itu “God’s willing”, “if God wills” atau seperti yang kerap kita dengar, “jika Allah menghendaki.” Ucapan ini menunjukkan bahwa kita menempatkan Tuhan dalam posisi penting di hidup kita, bahwa kita berserah diri pada Tuhan dan bahwa “manusia berencana Tuhan menentukan.” Singkatnya, ucapan ini dipakai justru saat kita BERNIAT hendak melakukan sesuatu, saat kita MAMPU mengerjakannya–tetapi kita rendah hati dengan mengatakan “Insya Allah”. Karena kita tidak tahu jika Allah punya takdir lain seperti misalnya kita kecelakaan, sakit, meninggal, ada bencana alam dll. Yaa hal2 besar kayak gitu lah. Jadi sebetulnya “Insya Allah” makna aslinya adalah “YA, SAYA BISA.”

Jadi lucu banget kalo kamu memakai “Insya Allah” justru di saat kamu ragu, nggak yakin bisa, atau malah sudah pasti tidak bisa tapi sungkan/malu mengakuinya. Ditanya “Bisa ketemuan besok nggak?” Bilangnya “Insya Allah.” Pas hari H, tiba2 rasanya “Duh males deh mau ketemuan” akhirnya batalin janji sepihak mendadak. Ngelesnya sih “Kan bilangnya Insya Allah…” Tau nggak? Itu sama aja kamu MENGKAMBING-HITAMKAN TUHAN untuk kesalahanmu sendiri.

Mengucapkan “Insya Allah” bukan berarti kamu tuh memasrahkan hal yang menjadi tanggung jawabMU, kehendakMU, dan atas kemauanMU sendiri, menjadi tanggung jawab Allah. Singkatnya, itu namanya MELEMPAR TANGGUNG JAWAB men. Hal yang harusnya jadi kehendakmu sendiri kamu lempar jadi seolah “kehendak Tuhan”. Kayak misalnya, kamu mau belajar atau enggak, itu kan murni dalam tanggung jawabmu, masa harus nunggu Allah berkehendak baru kamu mau belajar? Ya alesan aja itu sih namanya.

Jadi guys intinya nama Allah itu suci, jangan dipake sembarangan ya. Pikir2 dulu kalau mau bersumpah atau berjanji pakai nama Allah. Well ini ada tulisan bagus tentang Insya Allah I just found here:

http://cognitivefunctions.blogspot.com/2008/10/insyaallah.html

Dan ada juga sindiran dari bule Youtuber beken Sacha Stevenson soal nasib “di-Insya Allah-in” alias di-PHP-in…enjoy! 😉

6 thoughts on “Capek di-InsyaAllah-in

  • January 6, 2014 at 3:36 pm
    Permalink

    Hahaha, setuju! Kalau memang gak bisa, mending bilang “gak”..

    Reply
    • January 6, 2014 at 3:46 pm
      Permalink

      yang pasti pasti aja deh 😉

      Reply
  • January 6, 2014 at 4:37 pm
    Permalink

    berlaku bwt yg nulis blog jg lohh,haha :p

    Reply
    • January 7, 2014 at 2:04 am
      Permalink

      iya yuk ini adalah refleksi diri huahahaha :p

      Reply
  • January 22, 2014 at 3:45 am
    Permalink

    huahauhauhhauhuu………..
    always meet people like that…
    n always feels like that..
    so…good finally someone realized it..

    🙂

    Reply
    • January 24, 2014 at 4:03 am
      Permalink

      uhehehehe iyaa cece vinaaa…

      Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *