Totalitas Tiada Batas

Petang di Mexico tahun 1968. Para juara telah turun dari podium dan penonton mulai beranjak pulang, namun tiba-tiba para penonton berbalik arah seraya tercengang tak percaya ketika melihat seorang pria berlari pincang dengan kain membungkus lututnya yang terluka berusaha menyelesaikan perlombaan. Stadion yang hampir lengang kembali bergemuruh menyemangati pelari olimpiade terakhir tersebut. Dialah john stephen Akhwari dari tanzania.

Apa yang ditunjukkan John Stephen Akhwari? Ya, totalitas. Ketika seseorang sudah menerapkan totalotas dalam hidupnya, maka hampir pasti, apapun yang diusahakannya akan berhasil. Mengapa? Karena dengan totalitas dia akan mengerahkan segenap kemampuannya untuk mencapai apapun yang dia inginkan.

Totalitas. Apakah yang pertama kali terlintas di benak kita saat mendengarkan kita tersebut? Ada berbagai macam definisi mengenai istilah ini. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), totalitas artinya keutuhan, keseluruhan, kesemestaan.

Manusia adalah makhluk adaptif. Ketika dia mendorong dirinya sampai batas, maka dirinya akan beradaptasi untuk menaikkan batasan dirinya. Seseorang hanya mampu berlari 5 km, namun dia terus memberikan yang terbaik dan mendorong dirinya sampai batas. Hingga lambat laun jarak yang ditempuhnya akan terus meningkat. Dengan totalitas, dia akan menggali seluruh potensi dirinya hingga mencapai hasil yang memuaskan. Dengan totalitas, dia akan berjuang menumpahkan setiap tetes keringatnya hingga menyelesaikan apa yang ia cita-citakan.

Ketika seseorang menjadi seorang profesional, maka ia dituntut untuk emberikan segenap kemampuan diirnya untuk mengabdi kepada profesinya. Seorang dokter profesional tentu harus berjuang selewat tenaga demi menyelamatkan pasien yang sedang kritis. Seorang pengacara yang membela tersangka tak bersalah tentu harus mengerahkan segenap pikirannya untuk menyelamatkan kliennya dari jeruji besi. Seorang karyawan perusahaan profesional tentu harus maksimal bekerja agar mencapai target-target perusahaan tempatnya mengabdi.

Apalagi seorang profesional nasionalis. Ia dituntut untuk mengarahkan profesionalitasnya agar searah dengan perjuangan mengabdi kepada negara. Ia didaulat sebagai agen nasionalisme bangsa, agen penyelamat negara yang harus siap mendahulukan bangsa dan negara di atas kepentingan apapun.

Contoh konkretnya, seorang pegawai perusahaan Telkomsel yang profesional dan nasionalis tidak hanya diharapkan untuk bekerja secara totalitas demi mencapai target perusahaa, akan tetapi lebih dari itu, ia juga harus mengutamakan nilai-nilai nasionalisme dalam setiap keputusan yang diambil.

Manjadda Wajadda, barang siapa bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil. Kiranya Tuhan juga menjanjikan keberhasilan pada siapa saja yang bersungguh-sungguhy dan memberikan segala yang dia punya untuk memberikan yang terbaik.

Tak ada yang memaksa John stephen Akhwari untuk tetap berlari. Dia bisa saja berhenti, namun memberikan yang terbaik dari dirinyalah inti dari totalitas.

Ketika seseorang menanyakan alasan john stephen Akhwari tetap berlari meski juara telah menerima trofi dan turun dari podium, dia menjawab,

“ Negaraku mengirimku bukan untuk memulai perlombaan, tapi untuk menyelesaikannya.”

Semoga kita sebagai insan Telkomsel mampu untuk menerapkan nilai-nilai totalitas di dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan untuk mengabdi kepada perusahaan. Karena di pundak kitalah, insan Telkomsel, harapan bangsa dan negara diamantkan. Semoga Indonesia bisa mencapai masa depan yang lebih baik! Semangat Pagi semuanya!