Dua Puluh Dua

Dua Puluh Dua

Dua puluh dua bukan angka yang sedikit, tapi juga bukan angka yang banyak. Aku, kamu, dan kita semua para “early twentiers” berada dalam golden age; kekuatanmu penuh, ide-idemu segar, kesempatanmu luas terbentang. Kamu masih muda, tapi dunia ada dalam genggamanmu. Ini adalah usia emas yang tidak boleh kamu sia-siakan.

Masih belum terlambat untuk bermimpi. Masih belum terlambat untuk mendaki puncak tertinggi dan menyelami lautan terdalam, menjelajahi pulau terpencil dan kota teramai, menguliti setiap lapis demi lapis kehidupan sampai kau dapati sari patinya.

Hidup adalah pembelajaran, karena kita semua murid, dan Tuhan adalah gurunya. Dia mengajarimu dengan kalam, mengajari apa yang kamu tidak ketahui sebelumnya. Di akhir setiap pelajaran, kamu akan mengangguk paham, “oh, saya mengerti sekarang…”

Jadi, jangan pernah berhenti belajar, jangan pernah berhenti mencari tahu, jangan pernah berhenti bertanya. Pada setiap usaha memperoleh jawaban, kamu akan “level-up”, menjadi manusia setingkat lebih tinggi dengan pemahaman baru. Meskipun kamu sadar, jawaban yang sesungguhnya tidak akan pernah kamu dapatkan hingga kamu menyelesaikan hidupmu, mengakhiri proses pembelajaranmu, dan Tuhan akan memberikan ‘kunci jawaban’nya.

Nikmati usiamu, hiduplah sampai ke akar-akarnya.