Kenjeran Park

Kenjeran Park

After two months living in this city, I think I started to find something interesting about Surabaya.  Well, still I don’t really like this kind of metropolis city (traffic jam, stinky rivers, impolite people, etc) but yeah…at least now I can visit some worth places rather than Mall and Shopping Center.

I went to Kenjeran Park this Sunday morning with my office bestie, Desi. Initially we just want to go swimming–I plan to swim regularly every Sunday now.  But  after that, we went around the Park and  had a fun date! Look at our pictures 😀

Swimming pool! Only 150 cm depth -_- Early morning is better.

The Water Park. Some people have snorkeling training here…since it’s a large area of circle pool.

Kya Kya, kinda small Chinese Town…taken from Hokkian language which means “zou zou” (take a walk)

Kenjeran beach…brown water and few rubbish…so typical city beach -__-

Brunch above the sea…Nice sea wind 🙂

Street restaurant with sea side view

Getting around with touring paddycab…Rp 10.000 per 30 minutes

Vihara Sanggar Agung (Hong San Tang) inside Kenjeran Park

Ticket price for entering Kenjeran Park is Rp 8.000 per motorbike, plus extra parking fee Rp 2.000. Water Park ticket is Rp 15.000 in weekend and Rp 10.000 in weekdays. In this Park area you can also find training place for Go Kart, horse race, shooting, etc. Sometimes there is also Open Music Concert here. But, beware of “shaking car” and “filthy couples” who usually “have fun” in this area…the darker night, the more “fun” 😛

Well…let’s see what we can explore more in Surabaya! 😉

Ranu Kumbolo, a Piece of Heaven

Ranu Kumbolo, a Piece of Heaven

Hari itu, 25 Agustus 2012, keinginan menyambangi Ranu Kumbolo tiba2 terkabul seperti mimpi di siang bolong. Baru saja diucapkan, langsung kesampaian. Aku yang awalnya cuma berniat ikut baksos di Ranu Pane, tiba2 berkesempatan untuk main ke Ranu Kumbolo. Betul2 mendadak. Tanpa persiapan apa-apa, cuma sebotol Aqua dan sepasang sandal Crocs>>serius nih, hiking pakai Crocs! Bahkan surat keterangan sehat (yang digunakan buat izin di pos pendakian) pun enggak ada…jadi benar2 “menyusup”.

Tapi, kapan lagi kesempatan emas ini datang? Jadi kuputuskan untuk ikut saja dalam rombongan mereka: Akbar, Farid, Andru, Kancil, dan Cukong. Sebelumnya tidak ada satupun dari mereka yang aku kenal, kecuali Akbar, teman di Encompass yang juga anggota  klub pecinta alam YEPE. Tapi nggak masalah…di gunung, siapapun bisa jadi teman 🙂

Ranu Kumbolo, Sepotong Surga di Lembah Semeru

Sebagai satu2nya cewek, aku disuruh jalan di depan (mungkin biar nggak ketinggalan). Pertama naik tanjakan rasanya ngos-ngosan karena badan belum terbiasa. Semakin lama, pendakian terasa lebih nyantai karena kita sudah menemukan ritmenya. Rutenya sebenarnya relatif enggak terlalu sulit, tapi butuh waktu lama (sekitar 3-4 jam). Saat itu pun musim kemarau…jadi debunya nggak nahaaannn 🙁

Menuju Ranu Kumbolo ada 4 pos peristirahatan. Jarak tempuh yang terasa pualiiinggg jauh adalah dari pos 2 ke pos 3. Ampun-ampunan rasanya. Tapi capek itu nggak dirasa karena saat itu Semeru ramai sekali, maklum lagi libur Lebaran. Malam sebelumnya bahkan beredar kabar kalau ada 500 orang yang menginap di Ranu Kumbolo. Pantas saja, sepanjang perjalanan mendaki hampir selalu kami berpapasan dengan rombongan lain. Apalagi di Ranu Pane sedang ada pentas grup musik gunung “Blue Grass”. Jadi rasanya enggak kayak di gunung…tapi di kota para pendaki 🙂

Perkemahan di tepian danau

Berangkat jam 10 pagi, kami sampai di Ranu Kumbolo sekitar jam 1 siang. Well…enggak ada kata yang tepat untuk mendeskripsikan Ranu Kumbolo. Keindahannya hanya akan benar2 terasa kalau kita langsung datang ke sana dan melihatnya sendiri. Melihat Ranu Kumbolo seperti menyadari bahwa Tuhan itu memang Maha Keren. Bayangin, sebuah danau di lembah yang dikepung oleh gunung-gunung… Dari jauh, Ranu Kumbolo kelihatan seperti genangan air di dalam mangkok raksasa.

Fakta paling keren tentang danau ini adalah, bahwa air danau berasal dari air hujan, bukan mata air gunung. Bisa dibayangkan, berapa ribu tahun dibutuhkan sampai air hujan bisa mengisi cekungan sebesar itu? Dan dari mana juga bisa muncul ikan-ikan di dalamnya? (Yang bisa jawab ngacung yah…nanti dikasih doorprize :P)
Di tepi danau kami istirahat, makan siang, sholat (pertama kalinya sholat di atas bukit menghadap langit), dan tentu saja foto-foto! Cuma sayang sejuta sayang, barangkali karena semakin banyak pengunjung, tepian danau jadi agak “nggilani”. Ada sisa-sisa nasi, sampah, dan airnya jadi agak keruh. Kalau mau ngambil air yang bening, harus agak ke tengah2. Actually I wonder if we could sailing across the lake, it will be so much fun! 😀

How true!

Sekitar jam 3 sore, setelah sholat Ashar kami “turun gunung”. Enggak nyangka, perjalanan turun ini (bagiku) terasa sangaaattt melelahkan. Karena kita enggak camping, kita harus langsung turun hari itu juga, padahal kaki ini masih cekot2 rasanya. Jarak antar pos jadi terasa 2 kali lipat jauhnya. Setelah melewati pos 1 aku hampir enggak bisa jalan lagi dan harus berpegangan sambil langkah setengah diseret. Gara2 jalan dengan kecepatan siput, kami baru sampai di bawah sekitar pukul 7 malam dalam kondisi mengenaskan (badan remek, kaki tengkleng, muka berdebu, dan pliket semua baunya gak karu-karuan).

Tapi meskipun dalam kondisi tepar, aku senaaaaanggggg sekali 😀 Senang karena akhirnya bisa melihat Ranu Kumbolo, senang karena  bisa refreshing lagi setelah hari2 kerja yang melelahkan (dan membosankan). Hari itu adalah sembilan jam yang istimewa bagiku. Sembilan jam yang biasanya kuhabiskan dengan berkutat di depan komputer kantor, sekarang kudedikasikan untuk salah satu pengalaman yang terkenang seumur hidup…

Puncak Mahameru

Pergi ke Ranu Kumbolo memantik keinginan untuk mendaki sampai Puncak Mahameru. Meskipun rasanya masih butuh beberapa latihan hiking lagi untuk sampai ke sana… But it makes me realize that this is what we live for. This kind of journey is the one that add value to our life. Dalam setiap perjalanan akan selalu ada pengalaman2 baru, teman2 baru, dan kisah hidup yang baru. Semuanya enggak akan kamu dapatkan hanya dengan duduk diam di depan layar monitor.

I want to explore more and more!