Sepotong Mimpi

Sepotong Mimpi

Sepotong mimpi itu seperti sejumput ragi dalam adonan roti. Jumlahnya imut banget, tapi dialah yang membuat roti menjadi roti sebenar-benarnya. Biarpun terigunya kualitas nomor satu, telurnya lembut, susunya gurih, tapi kalo nggak ada ragi, rotinya jadi bantat. Ya begitulah hidup tanpa mimpi, seperti roti tanpa ragi. Kamu boleh saja punya karir cemerlang, harta melimpah, kekuasaan besar…tapi tanpa mimpi, hidupmu bantat. Keras dan kasar.

Mimpi itu aktualisasi diri kan. Kebutuhan manusia yang paling puncak. Mimpi itu yang jadi gairah kamu, batubara di mesin uapmu, yang memacumu untuk terus meraih yang lebih dan lebih.

Dan sekarang, aku kehilangan sejumput ragi itu. Rotiku kempes dan bantat, nggak enak dimakan. Mimpiku ditelan oleh realitas…memaksaku berjalan di jalan yang nggak aku inginkan…

Well, belum terlalu jauh sih.

Aku masih punya kesempatan untuk memperbaiki diri…Mungkin aku harus berhenti sejenak dan merumuskan ulang mimpi-mimpiku…supaya aku nggak harus meninggalkannya tergeletak begitu saja…supaya aku bisa tetap membawanya dalam perjalanan panjang yang akan kumulai…

Kalaupun ia harus tertunda, mungkin tak apa. Suatu saat akan ada waktu yang tepat untuk membuka bungkusan itu, dan menikmati sepotong mimpi yang kusimpan…

Laki-laki Idaman

Laki-laki Idaman

Kamu punya laki-laki idaman? Saya rasa setiap perempuan pasti memilikinya. Setiap perempuan pernah bermimpi, barangkali sedetik saja dalam hidupnya, dihampiri oleh seorang pangeran tampan berkuda putih yang membuatnya menjadi seorang putri. Bagi saya itu bukan dongeng yang klise, tapi naluri alamiah—hanya saja beberapa perempuan memilih untuk menepis dan menguburnya dalam-dalam.

Pangeran tampan berkuda putih itu, dalam benak para perempuan, bisa berbeda-beda wujudnya. Ada yang mengidamkan seorang pria kaya raya, pengusaha sukses, atau bahkan seorang kakek milyuner yang saat mati renta bakal mewariskan seluruh harta pada istrinya.

Ada juga yang menginginkan pria cerdas, ucapannya bernas, cerdik cendekia nan luas ilmunya. Atau mungkin seorang artis muda, coverboy ternama, tampan lagi penuh gaya. Bisa juga musisi idola, pandai memainkan nada dan menciptakan lagu cinta. Laki-laki idaman, menurut saya, hampir pasti mencerminkan watak perempuan yang mengidamkannya.

Sebagai perempuan, saya juga memiliki laki-laki idaman. Dalam mimpi saya, alangkah menyenangkannya bila bisa bertemu dengan seorang laki-laki arif nan bijak, yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kehidupan yang kerap mampir di benak saya, yang tahu mengapa wajah dunia jadi seperti ini. Saya sangat mengagumi laki-laki bertipe pemimpin. Tahu apa yang harus dia lakukan dan mengapa dia harus melakukannya. Ketegasan dan kewibawaan lebih menunjukkan kejantanan daripada sekedar otot laksana baja.

Saya sering merasa tidak mampu mengontrol diri. Laki-laki bijak nan tegas, dalam benak saya, adalah kompas yang menunjukkan arah saat kamu tersesat, menjadi pelita di saat kamu terjebak dalam gelap. Dia adalah tempat di mana kamu bisa bersandar tanpa merasa takut, berpegang pada tangannya tanpa khawatir akan hilang arah. Dia adalah orang yang mengetahui jalan yang benar dan mengajakmu mengikutinya.

Dia adalah laki-laki idaman saya.

Tapi Tuhan sepertinya belum memberikan apa yang saya inginkan.

Sekitar dua tahun ini saya bersama seorang laki-laki. Dia laki-laki yang manis, baik hati, dan sangat mencintai saya. Meskipun, dia sama sekali bukan laki-laki idaman saya.

Dia tidak terlahir sebagai tipe pemimpin. Plin-plan, mudah bingung, dan mudah terpengaruh. Dia polos, easy going, dan tidak suka memikirkan hal-hal rumit. Jangankan menjawabnya, pertanyaan2 yang kerap muncul di benak saya mungkin belum pernah muncul di benaknya. Dia juga tidak tegas dan tidak berani mengambil risiko.

Entah mengapa hubungan kami bisa bertahan lama. Saya juga tidak tahu mengapa dulu tertarik padanya dan menerima pengakuan cintanya. Kadang-kadang saya sendiri merasa malu melihatnya. Sering dia bertingkah bodoh, bingung sendiri di saat seharusnya dia berani mengambil keputusan. Saya sangat tidak menyukai sikapnya yang mudah bingung, seperti tidak bisa dijadikan pegangan.

Tapi di balik semua itu, saya tahu dia laki-laki yang sangat tulus. Penuh kasih sayang. Kebaikan dan kelembutan hatinya luar biasa. Dia mampu memaafkan dan menyembuhkan luka tanpa perlu menyimpannya lama-lama. Dia adalah laki-laki yang meski menanggung beban yang sangat berat, mampu memikulnya dengan ketabahan. Kalau saya jadi dia, mungkin saya akan marah-marah dan meratap akan cobaan hidup yang saya terima. Tapi dia mampu untuk selalu tersenyum dan tertawa ceria, tidak mengeluh dan terus berusaha. Kesabarannya adalah kekuatannya.

Dia tidak mau mengecewakan orang yang dia sayangi; ayahnya, ibunya, adik-adiknya. Lebih sering dia mengalah dan berkorban agar tidak mengecewakan orang yang disayanginya. Hampir tidak pernah dia menyakiti orang lain dengan ucapan atau tindakannya. Kalaupun tak sengaja melakukannya, dia akan langsung meminta maaf sebesar-besarnya.

Sifatnya yang penyabar mampu meredam emosi saya yang gampang meledak. Sikapnya yang pengertian mampu melawan keegoisan saya. Kadang saya heran, bagaimana dia bisa tahan menghadapi sifat moody saya yang tidak karuan, perasaan yang labil dan naik turun.

Berkali-kali hubungan kami dilanda pasang surut. Hati saya masih penuh keraguan, apakah benar dia laki-laki yang tepat. Berulang kali saya menjauh karena takut terjebak bersama laki-laki yang tidak saya inginkan. Berulang kali pula dia menarik saya kembali dan meyakinkan saya untuk tetap berada di sisinya.

Saya tidak tahu apakah saya mencintainya. Mungkin ya, mungkin tidak. Tapi saya tahu bahwa saya tidak membencinya. Tidak mungkin bisa membenci laki-laki sebaik dia.

Barangkali benar… Tuhan tidak memberi apa yang kita inginkan, tetapi apa yang kita butuhkan.

-05 September 2011-

Ngelamar Kerja

Karena dompet yang semakin lama semakin tebel (tebel kartu2 ATM tapi isi rekeningnya kosong semua), terlintas di pikiran saya untuk kerja sambilan, tapi yang tetap (?). Selama ini saya dapat duit tambahan dari proyek2 nulis, ngelesi, dan lomba…yang semuanya itu nggak tentu. Kalo ada job ya dapet, kalo menang ya dapet, kalo enggak ya kere. Sementara kebutuhan terus bertambah dan bertambah…Tiba-tiba kepikiran deh untuk ngelamar jadi pelayan resto…yaitu di fastfood.

Sebenarnya awalnya itu adek saya yang mau kerja di situ, tapi dia ngolor2 terus gitu gak tau masih males atau apa, terus akhirnya saya juga jadi kepengin ngelamar. Nggak pegang duit sendiri itu menyiksa tau. Kalo mau ke mana-mana harus ngemis2 ke ortu dulu, duh males, capek, dan malu! Ujung2nya jadi nggak bisa kemana2, ndekem di rumah terus, kalaupun keluar cuma kalo diajak si Aa’ karena bisa dibayarin, atau minimal bisa pinjem duit (yang gak tau kapan mbayarnya).

Saya bertekad, saya harus pegang uang!!! Kebetulan pas tempo hari jalan2 ke Pasar Minggu ngelihat di depan Pizza Hut Semeru ada spanduk besar2 bertuliskan “DIBUTUHKAN KARYAWATI”. Terus saya ngajak teman2 untuk daftar ngelamar bareng2, bahkan kita akhirnya niat sampe daftar ke McD sama KFC juga, sekalian gitu pikirnya.

Eh baru 2 hari niat temen2 udah pada kendor…alhasil akhirnya saya keukeuh ngelamar sendiri. Saya bawa 3 biji amplop cokelat (sumpah berasa pelamar kerja door to door kayak yang di tipi2 itu loh) terus keliling ke McD, Pizza Hut, dan KFC.

Pas di McD Kayutangan saya disambut *tsaaahh* sama mas2 penjaga counter McD bertopi merah yang ngganteng…sambil ngulurin amplop saya bilang “Mas mau ngasi lamaran…di sini atau di mana ya? atau langsung ke manajernya?” sambil pasang muka PeDe sok2 SPG. Terus masnya bilang “Oh di sini aja nggak pa-pa bisa kok mbak…” Lalu setelah amplop saya diterima dengan senyum termanis saya bilang “makasih yaaaaa masss….” yang dibales ama senyum manis juga sama masnya “iya mbaakk…” Kemudian saya keluar dari McD dengan muka sumringah karena disenyumin sama mas2 ngganteng…duh! *melayang*

Lanjut ke Pizza Hut, waktu dateng disambut sama mbak2 penjaga pintu terus saya bilang mau ngasih lamaran…sama mbaknya disuruh ngasih ke kasir. Setelah ngasih amplop, saya bersiap mau pergi, eh lha kok sama mbak2 kasirnya tiba2 bilang, “mbak ngukur tinggi badan dulu yaa…” JDHIENGGG! Langsung deh firasat nggak enak. Emang sih katanya temen2 kalo kerja di PH itu syaratnya harus tinggi…tapi saya dengan badan kurus kerdil gini pede2 aja ngelamar di PeHa -.-

Terus saya diajak ke sebelahnya counter…di sana udah ada meteran tinggi badan. Sepatu dan tas dilepas, terus tingginya diukur… Selesai ngukur saya, muka mbaknya kayak tanpa ekspresi, atau sepertinya mengatakan “maaf ya mbak silakan ikut ortopedi dulu” 😀 Habis itu mbaknya ngeluarin surat lamaran dan baca sekilas, “ooh…masih mahasiswa ya..?” saya pun mengangguk  dan merasa makin salah tempat…hahaha “wes kendep sek cupu pisan” gitu paling pikirnya mbaknya.

Cabut ke tempat terakhir, yaitu KFC, ternyata ngglethek hasilnya… Menurut masnya KFC enggak nerima lamaran kalo enggak ada lowongan… Biasanya terpasang di koran Jawa Pos…duh kemlinthi banget yoo -.-

Demikianlah sekilas pengalaman jadi pelamar kerja door to door. Semoga bermanfaat bagi yang bercita2 jadi pelayan resto fastfood… 😉 Tapi inget, jangan lama2 jadi pelayan, kalo bisa segera jadi bosnya hahaha 😀

Hari Minggu di Pasar Minggu

Tadi pagi saya bersama dua “gembokers”, Lisa dan Nawang, pergi jalan-jalan ke Pasar Minggu a.k.a Pasar Pagi a.k.a. Wisata Belanja Tugu. Niatnya sih refreshing…tapi yah sekalian cuci mata siapa tau nemu “kunci-kunci” kinclong 😛

Meskipun Pasar Minggu udah jadi “brand” khas Kota Malang, ini baru kedua (atau ketiga ya? Lupa deh) kalinya saya pergi ke sana. Terakhir kali ke sana kalo gak salah waktu masih di bunderan Ijen yang deketnya EF. Waktu masih di Stadion Gajayana kayaknya juga pernah. Nah, sekarang Pasar Minggu udah permanen ada di Jl Semeru setiap hari Minggu.

Tulisan menggelitik di kotak uang Bapak peniup seruling.

Dalemnya Pasar Minggu yah gitu2 aja. Banyak yang jual makanan, aksesoris, baju, mainan, sampe kaset-kaset lawas zaman baheula yang di-testing pake walkman. Rasanya agak aneh ngelihat kaset2 dan walkman di zaman musik digital dan i-Pad udah merajalela gini.

Terus nggak nyangka saya juga nemuin bapak2 peniup seruling ala India yang biasanya “mangkal” di perempatan ITN. Beliau suka niup seruling sambil meletakkan kotak uang bagi yang mau memberi. Tulisan di kotak itu cukup menggelitik. Barangkali dia juga merasa agak jengah dan sungkan sampai terpaksa meminta2, sesuatu yang jarang dimiliki pengemis jaman sekarang yang biasanya gak tau malu kalo minta2, sama maksa2 dan misuh2 kalo gak dikasih :S

Oya, yang beda dari Pasar Minggu, sekarang “wilayah”nya diperluas sampek ke Jl Ijen, soalnya ada yang namanya “Car Free Day”. Katanya sih ini program niru2 Jakarta n Surabaya, tapi pada prakteknya ternyata bagusan yang di Malang *ehem*

Saat “Car Free Day” ini, area jalan Ijen ditutup total, kayak pas ada festival tahunan Malang Tempo Doeloe. Serunya, banyak banget anak2 komunitas yang main di sini. Mulai dari komunitas sepeda fixie, skateboard, breakdance, pecinta anjing, pecinta landak mini, dll.

Waktu mampir ke komunitas anjing (nama komunitasnya “Don Bosch” kalo gak salah), gak sengaja kita nemu anjing Siberian Husky warna coklat muda. Sumpah dari dulu saya naksir banget sama anjing jenis ini! Mukanya itu lho…seksi dan eksotis banget, setengah anjing setengah serigala. Sayangnya anjing yang ini rada endut, trus warnanya bukan abu-abu, jadi kelihatan kurang “macho” kalo dibandingin sama yang suka keliaran di perumahan Tidar pas berangkat ke kampus. Menurut mas yang punya, anjing ini jenis Husky Balto, namanya Marsha (ternyata cewek!), umurnya 3 tahun.

Marsha si Husky

Mukanya sumpah seksi n eksotis banget

Terus ada juga komunitas pecinta landak mini “Hedgehog Ngalam”. Landaknya sumprit imut-imuuutttt bangeeettt. Unyu-unyu gitu mukanya, apalagi yang albino. Kalo “mlungker” kayak segumpal bola berduri, enak banget tuh buat nimpuk orang kayaknya. 😛

Saya sempet dikasih stiker sama masnya. Trus pas googling2, ternyata komunitas ini udah maju beken lho. Gak nyangka ya, padahal kelihatannya cuman ngurusin seuprit landak. Anggotanya di grup fesbuk udah 271 orang, peternakannya ada di Sawojajar dan udah pernah diliput Laptop Si Unyil Trans 7. Wow!

Landak mini albino yang unyu banget

Hedgehog Ngalam, komunitas pecinta landak mini

Gumpalan landak bisa buat nimpuk orang

Seneng rasanya ngelihat banyak komunitas tumbuh di Kota Malang. Kelihatannya kayak nggak penting, tapi sebenarnya bagus lho buat nambah2 pengetahuan dan nambah2 kenalan. Kehadiran Car Free Day ini bagus juga sebagai “ruang publik”, sebagai sarana buat warga kota untuk mengekspresikan dirinya melalui hobi dan komunitasnya. Lumayan kan bisa main sambil ngeksis 😀