Life's Diary

Sepotong Mimpi

Sepotong mimpi itu seperti sejumput ragi dalam adonan roti. Jumlahnya imut banget, tapi dialah yang membuat roti menjadi roti sebenar-benarnya. Biarpun terigunya kualitas nomor satu, telurnya lembut, susunya gurih, tapi kalo nggak ada ragi, rotinya jadi bantat. Ya begitulah hidup tanpa mimpi, seperti roti tanpa ragi. Kamu boleh saja punya karir cemerlang, harta melimpah, kekuasaan …

Continue Reading
Life's Diary

Laki-laki Idaman

Kamu punya laki-laki idaman? Saya rasa setiap perempuan pasti memilikinya. Setiap perempuan pernah bermimpi, barangkali sedetik saja dalam hidupnya, dihampiri oleh seorang pangeran tampan berkuda putih yang membuatnya menjadi seorang putri. Bagi saya itu bukan dongeng yang klise, tapi naluri alamiah—hanya saja beberapa perempuan memilih untuk menepis dan menguburnya dalam-dalam. Pangeran tampan berkuda putih itu, …

Continue Reading
Uncategorized

Ngelamar Kerja

Karena dompet yang semakin lama semakin tebel (tebel kartu2 ATM tapi isi rekeningnya kosong semua), terlintas di pikiran saya untuk kerja sambilan, tapi yang tetap (?). Selama ini saya dapat duit tambahan dari proyek2 nulis, ngelesi, dan lomba…yang semuanya itu nggak tentu. Kalo ada job ya dapet, kalo menang ya dapet, kalo enggak ya kere. …

Continue Reading
Life's Diary

Hari Minggu di Pasar Minggu

Tadi pagi saya bersama dua “gembokers”, Lisa dan Nawang, pergi jalan-jalan ke Pasar Minggu a.k.a Pasar Pagi a.k.a. Wisata Belanja Tugu. Niatnya sih refreshing…tapi yah sekalian cuci mata siapa tau nemu “kunci-kunci” kinclong 😛 Meskipun Pasar Minggu udah jadi “brand” khas Kota Malang, ini baru kedua (atau ketiga ya? Lupa deh) kalinya saya pergi ke …

Continue Reading