Agama Aplikatif

Indonesia memang negeri yang ironis. Negara yang mencantumkan agama dalam KTP, tapi kelakukan penduduknya sama sekali nggak agamis. Negara yang lengkap jenis agama dan kepercayaannya, tapi lengkap juga jenis kejahatan dan kriminalitas penduduknya. Di sisi lain, banyak negara sekuler yang moralitasnya jauh lebih baik. Nah lho, ngapain beragama coba?

Sebenarnya agama dibuat untuk membimbing manusia agar hidup lebih baik kan? Namun ada kalanya, manusia terjebak pada aspek “ritualitas” dari agama, tapi lupa memaknai “spiritualitas”nya. Padahal bukankah setiap ibadah ritual dalam agama itu ada maknanya? Every “what” has “why”, setiap perbuatan ada alasannya.

Rasanya penyebab ironisme Indonesia jelas: orang Indonesia beragama, tapi enggak mengaplikasikan agamanya dalam kehidupan sehari-hari. Agama cuma dipandang sebagai identitas sosial, alat identifikasi status dan golongan, rutinitas tanpa makna yang dilupakan hakikat serta tujuan sebenarnya. Cuma barisan ayat-ayat yang dipamer-pamerkan dan dibangga-banggakan, tapi tidak dilaksanakan.

Kalau para Nabi melihat umatnya sekarang seperti ini, pasti mereka sedih. Padahal maksud mereka mengajarkan agama pada pengikutnya adalah untuk memperbaiki hidup mereka, bukan malah memperburuk kehidupan dengan tindak amoral atas nama agama.

Agama bukan sekedar simbol, tapi jalan hidup. Jika memang ingin benar-benar hidup bahagia, ya terapkan saja nilai-nilai agamamu dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya menjalankan ritual kosong, tapi melupakan makna spiritualitasnya. Bukankah kadar iman seseorang tercermin dalam tingkah lakunya?

Kepompong

Hubungan dengan orang lain itu seperti kepompong, mengubah ulat menjadi kupu-kupu. That’s very true. Kami seperti ulat yang ditempa hidup dalam kepompong selama 2,5 tahun, dan sekarang bersiap keluar, terbang bebas menjadi kupu-kupu yang cantik.

Dulu kami bukan siapa-siapa. Cuma mahasiswa baru yang culun dan kekanak-kanakan, mencari tantangan dan kesenangan. Cuma ulat yang mencari daun hijau untuk dimakan. Tanpa sadar, kami terhubung. Dan hubungan itu menjadi kepompong kami. Dalam hubungan itu, kami berbagi suka, duka, gagasan, candaan, dan yang terpenting, kami belajar. Banyak sekali yang sudah kami pelajari. Semuanya membentuk diri kami sekarang ini. Dari yang cuek menjadi peka. Dari yang tanpa arah menjadi punya tujuan. Dari yang emosional menjadi realistis.

Kepompong ini sudah selesai melakukan tugasnya; menempa ulat yang yang kekanak-kanakan menjadi kupu-kupu yang dewasa. Tanpa kepompong ini, kami tidak akan bisa menjadi kupu-kupu. Biarpun ada rasa sakit saat keluar dari kepompong, tapi itu adalah sebuah proses. Kupu-kupu yang cantik kini siap terbang ke angkasa, menyongsong masa depan…

Some people come into our lives and quickly go. Some stay for a while, leave footprints on our hearts, and we are never, ever the same.

Dian Pelangi

Umurnya lebih muda dari saya, lahir Januari 1991. Tapi dalam usia belia, dia sudah mencapai apa yang orang seusia dia baru bisa memimpikannya. Dia sudah memimpin bisnisnya sendiri, diundang dalam ajang internasional, traveling keliling dunia, dan bahkan dia sudah menikah dengan laki-laki idamannya. Dia perempuan paling beruntung yang pernah saya tahu.

And she is a believer. Banyak perempuan muda yang sukses tapi tanpa didasari nilai moral yang kuat. Mereka sukses tapi akhirnya terjerat berbagai kasus memalukan; hamil, video porno, dll. Tapi dia malah memilih menikah muda meskipun masa depan karirnya merentang luas, dan terbukti, dia malah tambah beken setelahnya.

Well, dia adalah Dian Pelangi, alias Dian Wahyu Utami, seorang perancang busana muslim yang lagi naik daun. Gak sengaja follow twitternya semingguan lalu, ternyata dia udah ada di mana-mana. Udah masuk Jawa Pos, udah jadi duta AMD Rising Stars (AMD = processor saingannya Intel), udah tampil di Jakarta Fashion Week.

Dian punya segala yang saya inginkan sebagai seorang perempuan muslim-muda-modern. Cantik, modis, cerdas, punya karier, dan laki-laki idaman. Mungkin dia sedikit lebih beruntung karena terlahir di keluarga mapan yang mempercepat kesuksesannya di usia muda, tapi saya rasa dia sudah berhasil menjadi seorang idola baru. She shows that to be a progressive women believer is not impossible.

Orang sudah terlanjur menstigmakan perempuan muslimah seperti orang kolot, pasif, tertindas, dan hidup dalam kungkungan keluarga. Padahal ya nggak gitu-gitu amat kali, halllooo? Saya kagum sama perempuan2 bebas dan cerdas seperti gambaran perempuan2 Barat pada umumnya, dan saya ingin jadi seperti itu, tapi saya nggak seberapa setuju sama aliran feminisme yang mereka usung.

Apakah perempuan bebas berarti harus mau mengeksploitasi tubuhnya dengan berpakaian terbuka? Apakah perempuan bebas juga harus menjunjung seks bebas? Apakah perempuan bebas harus mengejar karir sampai puncak dan tidak menikah apalagi memilik anak?

Dian Pelangi menunjukkan bahwa jawabannya adalah enggak. Bagi perempuan muslim muda yang hidup dalam modernitas, nilai-nilai agama kerap terbentur dengan pergantian zaman. Bisa nggak sih tetap ngeksis, gaul, cerdas, dan terbuka tanpa harus ikut2an dugem, party—tanpa harus mengorbankan nilai-nilai moral religius?

Sebenarnya sedih lho melihat perempuan2 muda muslim di Indonesia kekurangan panutan. Ada beberapa temen yang dulu satu sekolah di madrasah, sekarang karena pengin keliatan gaul dan eksis jadi ikut2an minum, nongkrong2 nggak jelas, tapi gak punya prestasi. Kehilangan jati diri.

Padahal prinsip hidup itu penting. Kita bisa bergaul dengan siapa saja, terbuka menerima pemikiran apa saja, tapi selama kita pegang teguh prinsip kita itu, kita nggak akan terpengaruh. Obah tapi gak owah. Fleksibel tapi tegas.

Saya juga pingin punya bisnis sendiri, pingin traveling keliling dunia, dan pingin menikah dengan laki-laki yang saleh. Pingin rasanya bisa bahagia dunia akhirat, kamu juga kan? 🙂

Orang Ketiga

Jika manusia diciptakan berpasang-pasangan, kenapa sering ada orang ketiga muncul di antara sepasang insan?
Selingkuh bukan hal yang aneh. Seperti ulat bulu yang cukup sering kita jumpai sehari-hari, tapi kalau kita yang tergigit, rasanya masih sakit juga.

Waktu kecil, selingkuh rasanya seperti perbuatan dosa besar yang sangat hina. Well, sampai sekarang juga begitu sih. Tapi seiring makin luas wawasan, makin banyak sudut pandang, makin bisa memahami kenapa orang sampai bisa selingkuh, dan sampai ada orang yang mau jadi selingkuhan.

Jawabannya sederhana: karena cinta itu buta.

Kamu tahu, setiap orang pasti punya pangeran/putri impian dalam hatinya masing2. Masalahnya, kita enggak tau kapan bisa ketemu pangeran/putri idaman itu. Ketika lingkungan menekan kita untuk segera berpasangan, maka kita akan mencegat saja “bis” yang akan kita tumpangi, meski kita tahu itu bukan benar2 bis yang kita inginkan, tapi paling enggak lebih baik daripada kita cuma berdiri diam di pinggir jalan. Namun siapa sangka, ternyata di tengah perjalanan, kita berpapasan dengan bis yang telah lama kita idam-idamkan. Bis yang benar2 membawa kita ke tujuan. Bis impian yang ingin kita naiki. Tapi kita sudah terlanjur berada di dalam bis lain dengan pintu tertutup, dan kita tidak bisa turun lagi.

Jika kita berkomitmen dengan “karcis” yang sudah kita “beli” dari awal, tentunya kita akan tetap berada dalam bis itu, dan tidak tergoda dengan “bis idaman” lain. Tapi, ada juga orang yang nekat. Mereka jenuh dengan bis yang sudah bobrok. Mereka sobek karcisnya, mendobrak pintu, keluar menghambur dan ganti menaiki bis idaman itu.

Karena begitulah rasanya, cinta itu buta. Kamu nggak bakal tahu siapa yang bakal benar2 bisa merebut hati kamu. Jadi, lebih baik, kalau kamu belum benar2 sreg dengan seseorang untuk mengikat janji setia selamanya bersama dia, lebih baik jangan lakukan. Daripada nantinya kamu menyakiti dia dengan meninggalkannya demi pasangan idamanmu.

Adalah “cinta buta” juga yang membuat seseorang mau jadi selingkuhan. Sekali lagi, kamu nggak bisa tahu kapan bisa ketemu pangeran/putri idamanmu. Dan ketika kamu ketemu dia, ternyata dia udah beristri/bersuami, rasanya kamu pasti kecewa. Kebayang kan? You’ve been looking for him/her for the whole life, dan ternyata dia sudah ada yang punya. It hurts. Nggak heran Astrid sampe nyanyi “Jadikan Aku yang Kedua”. Asalkan bisa bareng2 sama orang yang kita cintai, nggak masalah biarpun cuma jadi simpanan…

Dan rata2, emang cowok/cewek kualitas “idaman” itu banyak yang ngarepin. Lihat aja Pak Soekarno. Siapa cewek yang gak kesengsem sama pria berwibawa, bertipe pemimpin dan pengayom kayak dia? It’s a dream! Nggak heran istrinya Pak Karno bejibun banget. Nggak heran juga hampir semua laki-laki hebat tersandung skandal percintaan. Lha emang cowok sip kayak mereka itu jarang, makanya jadi rebutan.

Well, itu alasan pertama. Alasan kedua, beberapa orang (umumnya laki-laki) menganggap bahwa cinta nggak sama dengan seks. Perempuan pada umumnya hanya bisa berhubungan seks dengan laki-laki yang benar-benar mereka cintai. Tapi (beberapa) laki-laki menganggap bahwa mencintai seorang wanita bukan berarti tidak berhubungan seks dengan wanita lain. Karena mereka bisa berhubungan seks tanpa cinta. Bagi mereka, seks itu kebutuhan biologis, bukan emosional.

So, nggak jarang ada om-om yang suka “jajan” di mana-mana plus selingkuh sana-sini tapi rumah tangganya tetap awet puluhan tahun *soalnya nggak ketauan*

Tapi ada juga orang yang suka selingkuh karena emang “suka tantangan”. Well, just for fun. Selingan indah gitu, karena rasanya hubungan gelap itu emang lebih seru kan? Padahal kalo udah bosen ya nyesel, ya ditinggal kayak Sephia.

So…in the end, bisakah kita menyalahkan sepenuhnya orang yang selingkuh, atau mencintai orang lain selain pasangan sahnya? Kalau rasa cinta, kayaknya itu manusiawi. Pasti pernah kan ngerasain tertarik sama orang lain, biarpun cuma sekejap, padahal kamu udah punya pasangan? Tapi kalau benar2 berkomitmen sama pasangan kamu, kamu akan jaga jarak dan nggak membiarkan benih2 cinta itu tumbuh subur. Tapi kalau sejak awal kamu nggak serius berkomitmen, kamu bakalan memupuk benih itu sampe tumbuh merambat menjerat hati kamu. Dan saat tersadar, kamu sudah terjebak dalam cinta segitiga yang menyakitkan.

Hati-hati. Selingkuh itu indah, tapi sakit.

Someone Like You


Semaleman ndengerin lagunya Adele yang satu itu, sampe sekarang masih terngiang-ngiang di kepala. Habisnya dia nyanyinya menghayati banget, kayak mau nangis beneran gitu. Jadi kebayang, seandainya kita ada di posisi dia, rasanya gimana ya?

Kamu tau, mencintai orang itu gampang, tapi melupakannya lebih sulit. Apalagi kalo kita udah lama bersama dengan seseorang dan berbagi hampir semua hal dalam hidup kita, terus tiba-tiba berpisah, rasanya pasti sakit. Gampang memang untuk mengatakan bahwa “perpisahan adalah jalan terbaik”, tapi kenyataannya nggak gampang untuk menjalani semua itu. Dan nggak semua orang berani menjalaninya.

Never mind, I’ll find someone like you. Well, buatku kata-kata ini nggak sekedar penghiburan semata, tapi ada rasa optimisme, keinginan untuk bangkit dan berusaha lagi. Kita yakin, dari sekian milyar orang di bumi ini, pasti ada lagi yang bisa membuat kita merasa nyaman seperti saat kita bersama dia dulu. Ini lebih baik daripada kita terus berkubang dalam kesedihan dan meraung “aku nggak bakalan bisa nemu yang kayak dia lagi, orang yang kayak dia itu jarang, susah nemunya dll” Semacam lagunya Secondhand Serenade yang “…because a girl like you impossible to find” gitu.

Pasti, pasti ada yang akan jadi pengganti. Ketika “perpisahan adalah jalan terbaik”, maka itu berarti “ada seseorang yang lebih baik yang menunggumu di sana, you just haven’t found it yet”. Barangkali sulit untuk membiasakan “kekosongan ruang” yang dia tinggalkan, tapi di situlah kekuatan dan keberanian kita diuji. Kalau kita tahu ini jalan yang benar, pasti kita akan menyingkirkan semua batu kerikil penghalang itu kan? Daripada kita tetap di jalan yang mulus dan nyaman, tapi ternyata berujung jurang yang dalam.

Well, kelihatannya mudah diucapkan, tapi kayaknya bakalan sulit dilakukan. Hahahahaha.

Smart Mom, Smart Generation

Ada yang bilang bahwa kecerdasan anak menurun dari ibunya. Ternyata secara genetis, memang kecerdasan anak ditentukan oleh kromosom X, yang diwariskan oleh ibu (khususnya pada anak laki2). Kunci peran Ibu dalam pembentukan kecerdasan zigot ada di mitokondria, yang disumbang oleh sel telur. Berita lengkapnya bisa dibaca di sini.

Namun, lepas dari faktor genetika (nature), faktor lingkungan (nurture) juga berpengaruh besar untuk kecerdasan anak.

Jadi, sebenarnya yang mau ditekankan di sini, perempuan itu lebih butuh cerdas daripada laki-laki, karena perempuan menurunkan kecerdasannya pada generasi berikutnya.

Gizimu, Hidupmu

Lembar Hasil Konsultasi Gizi

Hari Sabtu yang lalu (29/10/2011) ada konsultasi gizi gratis di Matos, yang ngadain himpunan mahasiswa Gizi Univ. Brawijaya. Well, as you can see, that picture above is the result of my body test. Ternyata, ada beberapa fakta penting yang saya baru tau, apalagi karena baru kali ini saya melakukan pemeriksaan semacam ini…biasanya sih nggak terlalu peduli sama berat/tinggi badan atau asupan nutrisi. Dan ternyata ini penting lho…!!!

  • LILA

LILA adalah Lingkar Lengan Atas. Pertamanya saya bingung, kenapa lingkar lengan perlu diukur juga? Berasa mau jahit baju aja =.= Apalagi yang diukur cuma cewek, cowok gak diukur LILA-nya. Pas konsultasi baru ketahuan kalo LILA ini ada hubungannya sama kelayakan seorang perempuan untuk hamil dan melahirkan. Jadi ternyata, kalo LILA-nya kurang dari 23,5 cm itu berarti seorang perempuan belum layak hamillll….!!! Kenapa? Karena LILA <23,5 cm artinya perempuan itu tergolong kurang gizi. Perempuan yang kurang gizi kehamilannya akan berisiko tinggi dan cenderung melahirkan bayi dengan bobot rendah. ( See this) Dan lihatlah berapa LILA-ku…!!! It’s only 22 cm!!! Which means I’m too risky to be pregnant :((

Ini jadi pelajaran buat para perempuan…bahwa kurus nggak selamanya bagus. Jadi kalo berat badanmu udah ideal, enggak perlu maksa untuk menurunkan berat badan, karena itu akan membahayakan tugasmu sebagai perempuan untuk hamil dan melahirkan. So…stay ideal, stay healthy :))

  • KEBUTUHAN ENERGI

Inilah yang harus kita perhatikan dalam diet harian kita. Sebenarnya, makan banyak atau sedikit itu relatif, tergantung kebutuhan energi kita. Contoh nih yaa…di lembar itu tertera bahwa kebutuhan energi saya per hari 1.512,73 kkal. Artinya, setiap hari saya harus mengkonsumsi makanan sejumlah sekian kkal (minimal), kalo kurang dari itu maka tubuh akan terasa lemas dan kurang energi. Berhubung saya ingin meningkatkan LILA, maka saya harus menambah asupan kalori saya, menjadi sekitar 2.000 kkal per hari. Demikian pula sebaliknya kalau orang pengin mengurangi berat badan, maka jumlah kalori yang dimakannya harus dikurangi. Tapi inget, kebutuhan kalori tiap orang beda-beda, jadi pastikan dulu kebutuhan kalorimu sebelum mulai diet.

Berhubung ingin “diet” nambah berat badan, belakangan ini saya jadi rajin mantengin Informasi Nilai Gizi di bungkus kemasan makanan. Contoh nih yaa…mau makan mie aja saya pilih yang “Indomie” karena kalori-nya lebih tinggi daripada “Mie Sedaap” (Indomie goreng=420 kkal, Mie Sedaap=410 kkal, Indomie Soto=390 kkal, Mie Sedaap Soto=360 kkal). Terus mau beli susu juga pilih yang full cream karena kalorinya lebih tinggi (meskipun merk-nya sama). Kalo mau tahu daftar kandungan kalori makanan sehari-hari, silakan cek di sini 😉

  • IMT (BMI)

IMT adalah Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index). IMT saya 18,58 hampir masuk kategori Underweight. Jelas aja, lha wong berat badan ideal saya seharusnya 47,7 kg. Well, I know I’m thin. Emang sih perawakan kurus ini udah turunan, tapi memang lebih baik kalo bobot kita ideal, apalagi kalo pengin meningkatkan LILA. Kekurangan tubuh kurus adalah: badan keliatan rata kayak papan setrikaan…!!! Dengan lingkar dada dan lingkar pinggul yang jauh di bawah rata2, cewek kayak gini nggak bisa kelihatan “semok” -.-
Kalo dari segi kesehatan, kita jadi nggak bisa donor darah (bobot pendonor min.45 kg) and as I’ve said before, berisiko saat hamil & melahirkan.   Oya, untuk mengecek range lengkap BMI ada di Mbah Wiki.

Begitulah…buat saya yang “cupu” soal beginian, ini adalah pengetahuan baru. But I’m very happy! It’s the first step to live healthy balanced life! Yuk kita hidup sehat dengan gizi cukup dan berat badan ideal 😉